Komunikasi Antarpribadi Perempuan Dewasa Awal Fatherless dengan Figur Pengganti Ayah dalam Pembentukan Konsep Diri

Dwigusti, Arini (2026) Komunikasi Antarpribadi Perempuan Dewasa Awal Fatherless dengan Figur Pengganti Ayah dalam Pembentukan Konsep Diri. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (200kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (283kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (36kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (181kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Fenomena fatherless yang ditandai dengan ketidakhadiran peran ayah secara emosional mendorong perempuan dewasa awal mencari figur pengganti sebagai sumber dukungan, sehingga komunikasi yang terjalin berpotensi memengaruhi pembentukan konsep diri mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi antarpribadi perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless dengan figur pengganti ayah serta menganalisis perannya dalam pembentukan konsep diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi yang terjalin dengan ibu, pasangan, dan paman sebagai figur pengganti berlangsung secara terbuka, empatik, suportif, positif, dan setara sehingga membentuk konsep diri yang lebih positif. Temuan memperlihatkan bahwa interaksi tersebut meningkatkan kepercayaan diri melalui dorongan figur pengganti, menumbuhkan perasaan berharga melalui penghargaan dan pengakuan, serta membentuk pandangan diri sebagai pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Hasil tersebut sejalan dengan Teori Looking Glass Self Charles Horton Cooley yang menunjukkan bahwa konsep diri terbentuk melalui interpretasi individu terhadap penilaian, penerimaan, dan respons figur signifikan dalam interaksi sosial. Dengan demikian, figur pengganti tidak menggantikan posisi ayah dalam keluarga, tetapi mengambil alih fungsi relasional yang berperan penting dalam pembentukan konsep diri perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Elva Ronaning Roem, S.Sos., M.Si ; Dr. Sarmiati, S.Sos., M.Si
Uncontrolled Keywords: Fatherless; Komunikasi Antarpribadi; Figur Pengganti Ayah; Konsep Diri; Perempuan Dewasa Awal.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: S1 Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:51
Last Modified: 24 Aug 2026 07:51
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530945

Actions (login required)

View Item View Item