Mulyadi, Mulyadi (2026) EKSPRESI, MUTASI, METILASI DNA PHOSPHATASE AND TENSIN HOMOLOG (PTEN) DAN EKSPRESI PHOSPHATIDYLINOSITOL 4,5-BISPHOSPHATE (PIP2) PADA JARINGAN KELOID : Studi Komparasi dengan Kulit Normal dan Parut Hipertrofi. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (138kB) |
|
|
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf - Published Version Download (50kB) |
|
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER dan ABSTRAK.pdf - Published Version Download (81kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (257kB) |
|
|
Text (DISERTASI FULL)
Disertasi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Keloid dan parut hipertrofi merupakan kelainan fibroproliferatif yang ditandai oleh deposisi matriks ekstraseluler yang berlebihan dan aktivasi fibroblas yang persisten. Keloid menunjukkan pertumbuhan progresif dan tingkat kekambuhan yang tinggi. Aktivasi abnormal jalur sinyal proliferatif, termasuk PI3K/AKT, telah dikaitkan dengan pembentukan parut patologis. PTEN suatu gen penekan tumor, merupakan regulator negatif utama jalur ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis ekspresi mRNA PTEN, ekspresi protein PTEN, dan fosfolipid PIP2 pada jaringan keloid dibandingkan dengan kulit normal dan parut hipertrofi, serta menilai adanya metilasi dan mutasi pada jaringan keloid dibandingkan dengan kulit normal dan parut hipertrofi. Metode: Studi klinis komparasi ini menganalisis ekspresi mRNA PTEN menggunakan qRT-PCR dan ekspresi protein PTEN dan fosfolipid PIP2 menggunakan analisis Western blot pada spesimen keloid, parut hipertrofi, dan kulit normal. Penelitian ini juga menganalisis terjadinya metilasi dan mutasi pada spesimen keloid, parut hipertrofi, dan kulit normal Hasil: Ekspresi mRNA PTEN menunjukkan kecenderungan menurun pada jaringan keloid (fold change 0,73, dan p = 0,206) dan meningkat pada jaringan parut hipertrofi (fold change 1,64, dan p = 0,074) tanpa signifikansi dibandingkan kulit normal. Analisis Western blot menunjukkan kecenderungan peningkatan kadar protein PTEN (1,02) pada keloid maupun parut hipertrofi (0,93) relatif terhadap kulit normal (0,79), namun perbedaan ini tidak bermakna secara statistik. Sebaliknya Analisis Western blot PIP2 ekspresi protein cenderung menurun tanpa signifikasi dibandingkan kulit normal. Penelitian ini menemukan terdapat perubahan nukleotida pada cDNA PTEN keloid,20%, kulit normal 26,7%, dan parut hipertrofi 33,3% jenis missense dengan kategori varian uncertain significance. Namun tidak ada perbedaan varian antar kelompok keloid, kulit normal dan parut hipertrofi. Penelitian ini tidak menemukan adanya metilasi DNA PTEN jaringan keloid, kulit normal dan parut hipertrofi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna ekspresi mRNA PTEN jaringan keloid dibandingkan parut hipertrofi yang mengindikasikan dinamika regulasi yang berbeda antara kedua fenotipe parut patologis. Tidak adanya perbedaan bermakna pada tingkat protein namun ekspresi protein cenderung meningkat pada jaringan keloid dan ekspresi protein parut hipertrofi cenderung menurun dibanding kulit normal mengindikasikan kemungkinan perbedaan regulasi pasca-transkripsi atau pasca-translasi PTEN pada kedua jaringan parut, sedangkan ekspresi PIP2 cenderung menurun jaringan keloid secara tidak bermakna dan berbeda bermakna pada jaringan parut hipertrofi dibanding kulit normal.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.V.E, Subsp. D.K.E, M.ag, FINSDV, FAADV |
| Uncontrolled Keywords: | keloid; parut hipertrofi; PTEN; PIP2; jalur PI3K/AKT; ekspresi gen; Western blot; metilasi; mutasi |
| Subjects: | R Medicine > RL Dermatology |
| Divisions: | Pascasarjana (S3) |
| Depositing User: | S3 Ilmu Biomedis |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:14 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:14 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530905 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric