Angka, Jiwanda Prima (2026) Gambaran Hasil Identifikasi Optochin-Resistant Streptococci dari Swab Nasofaring Pasien Anak Pneumonia dengan Metode PCR. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
cover + abstrak.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (Bab 1)
bab 1.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (Bab Penutup)
Penutup.pdf - Published Version Download (165kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
dafpus.pdf - Published Version Download (223kB) |
|
|
Text (Skripsi fulltext)
fulltex.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Streptococcus pneumoniae merupakan salah satu penyebab utama pneumonia pada anak, penyakit infeksi respiratori dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Identifikasi konvensional S. pneumoniae menggunakan uji sensitivitas optochin memiliki keterbatasan akibat kemiripan fenotipik dengan anggota mitis group Streptococci lain, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan identifikasi, terutama pada isolat optochin-resistant (Optʳ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran isolat Optochin-Resistant Streptococci dari swab nasofaring pasien anak pneumonia dan hasil identifikasinya menggunakan metode PCR dengan target gen lytA. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan sejak bulan Februari 2026 hingga Agustus 2026 terhadap 65 sampel swab nasofaring pasien anak dengan pneumonia. Sampel dikultur pada agar darah, dilanjutkan dengan uji sensitivitas optochin, dan isolat yang resisten optochin diidentifikasi menggunakan PCR konvensional dengan target gen lytA yang divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa. Dari 65 sampel swab nasofaring yang dikultur, diperoleh 25 isolat (38,5%) suspek Streptococcus dengan morfologi koloni bulat, transparan-keabuan, dan pola α-hemolisis, dan uji optochin menunjukkan 14 isolat (21,5%) bersifat optochin-resistant. Hasil PCR gen lytA pada 14 isolat tersebut menunjukkan 1 isolat (7,1%) positif, 9 isolat (64,3%) negatif, 1 isolat (7,1%) pita ganda, dan 3 isolat (21,4%) smear. Mayoritas isolat optochin-resistant Streptococci tidak terkonfirmasi sebagai S. pneumoniae berdasarkan PCR gen lytA, menunjukkan bahwa resistensi optochin bukan indikator tunggal yang dapat diandalkan untuk identifikasi S. pneumoniae, sehingga konfirmasi molekuler tetap diperlukan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K) ; Dodi Safari, S.Si, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Streptococcus pneumoniae; optochin-resistant; pneumonia anak; PCR; gen lytA |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology Q Science > QR Microbiology > QR355 Virology R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis |
| Depositing User: | S1 Ilmu Biomedis |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 00:44 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 00:44 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530859 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric