Analisis Konsentrasi PM1 Menggunakan Sensor Purpleair pada Pengguna Angkutan Kota di Enam Trayek Angkutan Kota di Kota Padang

Pratama, Muhamad Iqbal (2026) Analisis Konsentrasi PM1 Menggunakan Sensor Purpleair pada Pengguna Angkutan Kota di Enam Trayek Angkutan Kota di Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (533kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img] Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (373kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (40MB) | Request a copy

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi salah satu permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan, termasuk Kota Padang. Pengguna angkutan kota (angkot) berisiko terpapar Particulate Matter (PM) karena karakteristik kendaraan yang memungkinkan masuknya polutan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi PM₁ secara real-time pada pengguna angkot di enam trayek Kota Padang, hubungan konsentrasi PM₁ dengan kondisi mikroklimat, serta perbedaan konsentrasi PM₁ berdasarkan waktu dan trayek. Pengukuran dilakukan menggunakan sensor PurpleAir selama delapan hari pada periode pagi (06.00–09.00 WIB) dan sore (15.00–18.00 WIB). Parameter yang diamati meliputi PM₁, temperatur, kelembapan, dan tekanan udara. Data dianalisis menggunakan regresi linear, analisis korelasi, paired sample t-test, dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM₁ pada periode pagi (28,1–42,4 µg/m³) secara umum lebih tinggi dibandingkan sore (14,9–28,3 µg/m³). Konsentrasi tertinggi pada pagi hari ditemukan pada Trayek Simpang Ampang–Pasar Raya (42,4 µg/m³), sedangkan pada sore hari konsentrasi tertinggi berpindah ke Trayek Siti Rahmah–Ampang (28,3 µg/m³). Konsentrasi terendah tercatat pada Trayek Indarung–Pasar Raya pada sore hari (14,9 µg/m³). Hubungan PM₁ dengan parameter mikroklimat pada pagi hari menunjukkan korelasi sedang untuk temperatur (r = 0,55) dan tekanan udara (r = 0,61), sedangkan pada sore hari seluruh parameter menunjukkan korelasi lemah hingga sangat lemah. Hasil paired sample t-test menunjukkan perbedaan konsentrasi PM₁ yang signifikan antara pagi dan sore (p = 0,000), sedangkan One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antartrayek (p = 0,349). Tingginya konsentrasi PM₁ dipengaruhi oleh kepadatan lalu lintas, aktivitas kendaraan berat, dan karakteristik rute.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Ir. Vera Surtia Bachtiar, S.T.,M.Sc.,Ph.D ; Annisa Maulidya, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Angkutan Kota, Kota Padang, Kualitas Udara, PM₁, PurpleAir, Trayek Angkutan Kota.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 26 Aug 2026 02:17
Last Modified: 26 Aug 2026 02:17
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530855

Actions (login required)

View Item View Item