Delfi, Shyla Aulia (2026) Induksi Embriogenesis Somatik Anggrek Phalaenopsis gigantea dengan Penambahan Beberapa Konsentrasi 2,4-diklorofenoksiasetat melalui Teknik Kultur Thin Cell Layer (TCL). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (500kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (302kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (394kB) |
|
|
Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Phalaenopsis gigantea merupakan anggrek endemik Kalimantan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun mengalami kendala dalam perbanyakan karena pertumbuhannya lambat dan keberhasilannya di alam rendah. Embriogenesis somatik melalui teknik kultur jaringan menjadi salah satu alternatif perbanyakan massal, sedangkan keberhasilannya dipengaruhi oleh teknik eksplan dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik Thin Cell Layer (TCL) dan beberapa konsentrasi 2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D) terhadap induksi embriogenesis somatik P. gigantea. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu teknik pemotongan eksplan (non-TCL dan TCL) serta konsentrasi 2,4-D (0, 1, 2, 3, 4, dan 5 mg/L), masing-masing diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup eksplan, waktu muncul embriogenesis somatik, persentase pembentukan embriogenesis somatik, fase embriogenesis somatik, serta respons pertumbuhan planlet. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan ANOVA, sedangkan parameter embriogenesis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik TCL dan konsentrasi 2,4-D berpengaruh terhadap induksi embriogenesis somatik P. gigantea. Embriogenesis somatik hanya terbentuk pada eksplan TCL dengan penambahan 5 mg/L 2,4-D, dengan persentase pembentukan sebesar 60%, sedangkan seluruh perlakuan non-TCL tidak menghasilkan embrio somatik. Struktur embrio yang terbentuk hanya berkembang hingga fase globular setelah delapan minggu kultur. Sebaliknya, eksplan non-TCL menunjukkan persentase hidup lebih tinggi dan berkembang melalui organogenesis langsung menjadi planlet. Dengan demikian, kombinasi teknik TCL dan 5 mg/L 2,4-D merupakan perlakuan terbaik untuk menginduksi embriogenesis somatik pada P. gigantea.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Zozy Aneloi Noli; Dr. M. Idris |
| Uncontrolled Keywords: | embriogenesis somatik; Phalaenopsis gigantea; 2,4-D; thin cell layer; kultur in vitro |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QP Physiology S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S2 Biologi |
| Depositing User: | S2 Biologi Biologi |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 07:05 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 07:05 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530687 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]