Kirana, Tasya (2026) Studi Regenerasi Adsorben Serbuk Mahkota Nanas Teraktivasi dalam Menyisihkan Logam Kromium Heksavalen (Cr(VI)) dari Air Tanah pada Adsorpsi Batch. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (215kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (221kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Pencemaran air tanah oleh logam kromium heksavalen [Cr(VI)] memerlukan pengolahan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu alternatif yang berpotensi adalah pemanfaatan adsorben biomassa yang dapat diregenerasi sehingga dapat digunakan kembali. Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan regenerasi adsorben serbuk mahkota nanas teraktivasi dalam menyisihkan Cr(VI) dari air tanah. Adsorpsi dilakukan secara batch pada kondisi optimum, yaitu ukuran partikel 0,0755–0,25 mm, dosis adsorben 6 g/L, pH 2, konsentrasi awal Cr(VI) 1 mg/L, dan waktu kontak 90 menit. Adsorben diaktivasi secara fisika pada suhu 200°C dan secara kimia menggunakan HCl, kemudian diregenerasi menggunakan HCl 0,1 M, NaOH 0,1 M, dan air deionisasi. Konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dan karakterisasi adsorben dilakukan dengan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HCl 0,1 M merupakan agen regenerasi terbaik karena mempertahankan efisiensi penyisihan sebesar 80,866–85,970% dan kapasitas adsorpsi 0,135–0,143 mg Cr(VI)/g hingga dua kali reuse. Sementara itu, NaOH 0,1 M menghasilkan persentase desorpsi tertinggi, yaitu 64,281% pada desorpsi I dan 48,771% pada desorpsi II. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa siklus adsorpsi dan jenis agen desorpsi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penyisihan Cr(VI) (p-value < 0,05). Penerapan adsorben hasil regenerasi pada sampel air tanah menggunakan HCl 0,1 M menghasilkan efisiensi penyisihan 69,600–79,010% pada pH optimum dan 62,604–73,726% pada pH asli. Penurunan kinerja dibandingkan larutan artifisial disebabkan oleh keberadaan ion-ion lain yang berkompetisi menempati situs aktif adsorben. Hasil FTIR menunjukkan bahwa regenerasi mempertahankan sebagian besar gugus fungsi aktif adsorben meskipun pemulihannya belum sempurna. Secara keseluruhan, adsorben serbuk mahkota nanas teraktivasi masih dapat diregenerasi dan digunakan kembali hingga dua kali reuse.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Shinta Indah, S.Si., M.T., Ph.D; Prof. Ir. Denny Helard, S.T., M.T., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | adsorpsi-desorpsi; air tanah; Cr(VI); mahkota nanas; regenerasi. |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:23 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:23 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530663 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric