TRADISI GOWOK DALAM NOVEL NYI SADIKEM: KAJIAN IDEOLOGI DAN KELAS SOSIAL TERRY EAGLETON

Adawiyah, Siti Rubaiah Al (2026) TRADISI GOWOK DALAM NOVEL NYI SADIKEM: KAJIAN IDEOLOGI DAN KELAS SOSIAL TERRY EAGLETON. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
01. Cover dan Abstrak.pdf

Download (275kB)
[img] Text
02. Bab I.pdf

Download (396kB)
[img] Text
03. Bab V.pdf

Download (259kB)
[img] Text
04. Daftar Pustaka.pdf

Download (256kB)
[img] Text
05. Skripsi Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Siti Rubaiah Al Adawiyah 2210722031. ”Tradisi Gowok dalam Novel Nyi Sadikem Karya Artie Ahmad: Kajian Ideologi dan Kelas Sosial Terry Eagleton”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. 2026. Pembimbing I Drs. M. Yusuf, M.Hum. Pembimbing II Dr. Ronidin, S.S., M.A. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian sastra yang membahas tradisi gowok sebagai representasi ideologi dan kelas sosial. Tradisi gowok umumnya dipahami sebagai pendidikan pranikah bagi calon pengantin laki-laki, padahal praktik tersebut juga memperlihatkan relasi kuasa, ketimpangan kelas, subordinasi, dan eksploitasi terhadap perempuan. Novel Nyi Sadikem karya Artie Ahmad merepresentasikan persoalan tersebut melalui kehidupan seorang gowok yang menghadapi berbagai bentuk penindasan dalam masyarakat feodal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi tradisi gowok serta mengungkap ideologi dan relasi kelas sosial yang membentuk representasi tersebut melalui kajian kritik materialisme Terry Eagleton. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kepustakaan. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi. Analisis menggunakan konsep kritik materialisme Terry Eagleton yang meliputi corak produksi umum, ideologi umum, corak produksi sastra, ideologi kepengarangan, ideologi estetik, ideologi teks, dan pembacaan simptomatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gowok direpresentasikan bukan hanya sebagai pendidikan pranikah, tetapi juga sebagai praktik yang dibentuk oleh struktur sosial feodal, kolonial, dan patriarki. Relasi kelas sosial menempatkan perempuan, khususnya dari kelas bawah, sebagai pihak yang rentan mengalami eksploitasi tubuh, kekerasan seksual, objektifikasi, serta pembatasan kebebasan demi kepentingan laki-laki dan kelompok berkuasa. Melalui strategi estetik dan ideologi kepengarangan, Artie Ahmad menghadirkan kritik terhadap normalisasi tradisi, ketimpangan gender, dan relasi kuasa yang melegitimasi subordinasi perempuan. Novel Nyi Sadikem merepresentasikan tradisi gowok sebagai arena pertarungan ideologi yang memperlihatkan keterkaitan budaya, kelas sosial, dan kekuasaan serta mengungkap kontradiksi antara pelestarian tradisi dan pengalaman penindasan yang dialami perempuan. Kata kunci: tradisi gowok, Nyi Sadikem, Terry Eagleton, ideologi, kelas sosial

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
P Language and Literature > PN Literature (General)
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia
Depositing User: S1 Sastra Indonesia
Date Deposited: 21 Aug 2026 07:31
Last Modified: 21 Aug 2026 07:31
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530636

Actions (login required)

View Item View Item