Irhamsyah, Hafiz (2026) Pengaruh Perendaman Air Laut dan Bensin Pertamax Terhadap Sifat Lentur Material PLA+, ABS+, dan PC Hasil Proses 3D Printing. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER&ABSTRAK)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (573kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (821kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB 5 Penutup.pdf - Published Version Download (486kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (TUGAS AKHIR)
05. Tugas Akhir Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (15MB) |
Abstract
Penggunaan teknologi Fused Deposition Modeling (FDM) atau 3D printing untuk komponen struktural Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menuntut material yang memiliki ketahanan lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perendaman air laut dan bensin Pertamax selama 19 hari terhadap karakteristik fisik (massa) dan sifat mekanis lentur (flexural properties) material PLA+, ABS+, dan Polycarbonate (PC) hasil 3D printing FDM untuk aplikasi struktural UAV. Pengujian bending dilakukan mengacu pada standar ASTM D790 sebelum dan sesudah perendaman. Hasil menunjukkan penyerapan fluida dipengaruhi polaritas material. Pada media air laut, PLA+ (hidrofilik) mengalami penurunan massa 3,98% akibat degradasi hidrolitik, sedangkan ABS+ dan PC (hidrofobik) mengalami kenaikan massa masing-masing 4,96% dan 3,68% akibat air yang terjebak pada rongga antarlayer. Pada media bensin, terjadi difusi hidrokarbon masif pada material lipofilik di mana ABS+ mengalami swelling ekstrem dengan lonjakan massa 58,61% dan PC naik 14,49%, sedangkan PLA+ (lipofobik) stabil dengan perubahan massa hanya 0,08%. Paparan lingkungan ini menurunkan performa mekanis material. Di lingkungan air laut, penurunan kekuatan bending relatif minim dengan PC sebagai yang tertangguh (turun 1,31% menjadi 51,28 MPa), diikuti ABS+ (turun 4,13% menjadi 40,62 MPa), dan PLA+ (turun 5,38% menjadi 66,54 MPa). Namun pada bensin Pertamax, fluida bertindak sebagai agen pemlastis (plasticizer) yang merusak ikatan antarlayer. Akibatnya, kekuatan bending ABS+ anjlok ekstrem 85,83% (sisa 6,00 MPa) dan PC turun 71,48% (menjadi 14,82 MPa). PLA+ juga melemah signifikan dengan kekuatan bending turun 42,86% (menjadi 40,19 MPa) dan modulus elastisitas turun 67,88% (menjadi 878 MPa). Material PC direkomendasikan sebagai pilihan terbaik untuk struktural UAV karena memiliki stabilitas tertinggi di air laut dan kekuatan sisa tertinggi di bensin, sedangkan ABS+ sangat tidak direkomendasikan untuk aplikasi yang berisiko kontak dengan bensin.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Eng. Ilhamdi, M.Eng. ; Dr. Dony Hidayat, M.T |
| Uncontrolled Keywords: | 3D Printing ; PLA+ ; ABS+ ; Polycarbonate (PC) ; Air Laut ; Bensin Pertamax ; Uji Bending ; UAV |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 02:37 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 02:39 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530596 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]