Hubungan Polutan Udara Terhadap Kejadian Pneumonia Balita di Kota Padang Tahun 2023-2025

Yusra, Aldy (2026) Hubungan Polutan Udara Terhadap Kejadian Pneumonia Balita di Kota Padang Tahun 2023-2025. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (349kB)
[img] Text (03. BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (303kB)
[img] Text (04. DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (05. TESIS FULLTEXT)
05. TESIS FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia, termasuk di Kota Padang. Polutan udara berkontribusi terhadap kejadian pneumonia pada balita melalui pola hubungan paparan-respons yang kompleks dan non-linear. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan non-linear dan efek keterlambatan paparan polutan udara terhadap kejadian pneumonia pada balita di Kota Padang tahun 2023-2025 menggunakan Distributed Lag Non-Linear Model (DLNM). Studi ekologi berbasis time series dilakukan di Kota Padang dalam radius 5 km dari stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS). Data kejadian pneumonia harian balita usia 1-59 bulan diperoleh dari sembilan puskesmas dalam radius AQMS, sedangkan data polutan udara (PM10, PM2.5, CO, O3, dan NO2) bersumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat. Analisis menggunakan DLNM berbasis regresi quasi-Poisson dengan rentang lag 0-14 hari. Persentil ke-1 ditetapkan sebagai referensi, serta persentil ke-50 dan ke-99 sebagai tingkat paparan sedang dan tinggi. Polutan CO yang menunjukkan hubungan bermakna secara statistik. Pada konsentrasi tinggi (P99), CO meningkatkan risiko pneumonia balita secara signifikan pada lag 0 (RR = 1,64; 95% CI: 1,07-2,50), lag 1 (RR = 1,44; 95% CI: 1,06-1,96), dan lag 2 (RR = 1,28; 95% CI: 1,02-1,59). PM10, PM2.5, O3, dan NO2 tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik pada kedua tingkat konsentrasi. Paparan CO konsentrasi tinggi berhubungan bermakna dengan peningkatan risiko pneumonia pada balita dalam 0-2 hari setelah paparan. Penguatan surveilans kualitas udara, khususnya CO, diperlukan sebagai upaya pencegahan pneumonia balita di Kota Padang.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Randy Novirsa, S.K.M., M.K.M., Ph.D ; Dr. Luthfil Hadi Anshari, S.K.M., M.Sc
Uncontrolled Keywords: Polutan udara, pneumonia balita, DLNM, efek lag, Padang
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi
Depositing User: S2 Epidemiologi Epidemiologi
Date Deposited: 22 Aug 2026 08:31
Last Modified: 22 Aug 2026 08:31
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530472

Actions (login required)

View Item View Item