Kesantunan Berbahasa Penjual dan Pembeli di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok: Tinjauan Pragmatik

Bahri, Hatisya Melvia (2026) Kesantunan Berbahasa Penjual dan Pembeli di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok: Tinjauan Pragmatik. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (85kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (102kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Apa saja prinsip kesantunan yang dipatuhi oleh penjual dan pembeli di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok? (2) Apa saja prinsip kesantunan berbahasa yang dilanggar oleh penjual dan pembeli di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok? (3) Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya ketidaksantunan berbahasa di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok? Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak, dilanjutkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, serta teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan translational dan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding membedakan (HBB). Pada tahap penyajian hasil data, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data dalam tuturan penjual dan pembeli di Warung Pak Roza Balai Gadang Cupak, Solok. Ditemukan data sebagai berikut; 1) Tuturan penjual dan pembeli di Warung Pak Roza yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa mencakup enam maksim Leech, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. 2) Tuturan penjual dan pembeli di Warung Pak Roza yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa mencakup enam maksim Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. 3) Faktor penyebab terjadinya ketidaksantunan berbahasa di Warung Pak Roza mencakup lima faktor teori Pranowo, yaitu kritik secara langsung dengan bahasa kasar, dorongan rasa emosi penutur, sikap protektif terhadap pendapat, tindakan sengaja menuduh, serta sengaja memojokkan lawan tutur.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Aslinda, M.Hum ; Alex Darmawan, S.S, M.A
Uncontrolled Keywords: Kesantunan berbahasa; Maksim; Ketidaksantunan; Pragmatik
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia
Depositing User: S1 Sastra Indonesia
Date Deposited: 21 Aug 2026 07:24
Last Modified: 21 Aug 2026 07:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530455

Actions (login required)

View Item View Item