Optimasi Konsentrat Hijau Berbasis Tithonia Dengan Ekstrak Daun Gambir Dan Pfad Terhadap Gas Metan, Protozoa, Vfa Dan Nh3 Secara In-Vitro

Sholehat, Selvi (2026) Optimasi Konsentrat Hijau Berbasis Tithonia Dengan Ekstrak Daun Gambir Dan Pfad Terhadap Gas Metan, Protozoa, Vfa Dan Nh3 Secara In-Vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COver dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (101kB)
[img] Text (bab 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version

Download (139kB)
[img] Text (bab 4)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (46kB)
[img] Text (dafpus)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (221kB)
[img] Text (full text)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (806kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Tithonia diversifolia sebagai pengganti konsentrat dengan penambahan ekstrak daun gambir dan PFAD terhadap gas metan, protozoa, VFA dan NH3 secara in-vitro. Materi penelitian ini yaitu rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv.Thailand), Tithonia. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 kelompok cairan rumen sebagai ulangan sehingga terdapat (27 satuan) percobaan. Faktor A adalah dosis ekstrak daun gambir (0,25%, 50%, 0,75%) sedangkan faktor B adalah dosis PFAD (1%, 2%, 3%). Ransum basal yang digunakan terdiri dari 50% pakchong + 49% Tithonia + 1% mineral mix. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analyisis Of Variance (ANOVA) dan perbedaan antar perlakuan diuji menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil data analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan terdapat interaksi yang sangat signifikan (P>0,01) pada gas metan dan protozoa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun gambir dan PFAD dalam Tithonia sebagai konsentrat hijau dapat menekan gas metan dan protozoa. Rata-rata nilai gas metan dan protozoa terbaik pada perlakuan A3B2 dengan rata-rata gas metan terendah 13,61 ml/gr BOT dan tertinggi pada 25,22 ml/gr BOT dan protozoa terendah dengan rata-rata 5,42 log 10 sel/ml, sedangkan jumlah protozoa tertinggi diperoleh sebesar 5,92 log 10 sel/ml. Jumlah produksi VFA kisaran 56,40-150,63 mM masih masuk dalam kisaran normal. NH3 didapatkan rata-rata 12,89-23,38 mg/100ml. Konsentrasi NH3 cenderung menurun pada dosis gambir yang lebih tinggi akibat terbentuknya ikatan tannin-protein. Hasil terbaik pada perlakuan A3B2 dengan penambahan 0,75% ekstrak gambir dan 2 % PFAD. Penambahan dosis ekstrak daun gambir dan PFAD dapat membantu menekan gas metan dan protozoa serta memperbaiki profil fermentasi rumen yang dapat digunakan sebagai strategi efektif mitigasi emisi rumen. Kata Kunci: , In Vitro, Metan, Protozoa, NH3, VFA

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Roni Pazla, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng; Yolani Utami, S.Pt., M.Si
Uncontrolled Keywords: In Vitro; Metan; Protozoa; NH3; VFA
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 22 Aug 2026 08:33
Last Modified: 22 Aug 2026 08:33
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530350

Actions (login required)

View Item View Item