Jarak Melahirkan, Lama Bunting, dan Service Period Kerbau Pada Sistem Perkawinan Berbeda di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota

Pilta, Agung Martha (2026) Jarak Melahirkan, Lama Bunting, dan Service Period Kerbau Pada Sistem Perkawinan Berbeda di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (197kB)
[img] Text (Bab 1 pendahuluan)
Bab 1 pendahuluan .pdf - Published Version

Download (270kB)
[img] Text (Bab 5 Kesimpulan dan Saran)
BAB 5 Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version

Download (163kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA .pdf - Published Version

Download (377kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jarak melahirkan (calving interval), lama bunting, dan service period kerbau pada sistem perkawinan alam dan inseminasi buatan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juni s/d 9 Juli 2025 menggunakan metode survei. Materi penelitian terdiri atas 32 ekor kerbau betina yang telah beranak lebih dari satu kali, terdiri dari 16 ekor yang dikawinkan secara alam dan 16 ekor yang dikawinkan dengan inseminasi buatan. Data yang diamati meliputi jarak melahirkan, lama bunting, dan service period. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jarak melahirkan pada sistem perkawinan alam adalah 508,25 ± 31,26 hari, sedangkan pada sistem inseminasi buatan 474,18 ± 17,94 hari dan berbeda nyata (P<0,05), rataan lama bunting pada sistem perkawinan alam adalah 323,81±7,67 hari dan pada inseminasi buatan 322,68±7,96 hari serta tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan service period pada sistem perkawinan alam adalah 184,4 ± 35,48 hari, sedangkan pada sistem inseminasi buatan 151,5 ± 21,40 hari dan berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem inseminasi buatan memberikan performa reproduksi yang lebih baik dibandingkan sistem perkawinan alam karena mampu memperpendek jarak melahirkan, dan service period, namun tidak mempengaruhi lama bunting kerbau.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Masrizal, MS; Dr. Ir. Hendri, MS
Uncontrolled Keywords: kerbau; inseminasi buatan; jarak melahirkan; lama bunting; service period
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 20 Aug 2026 08:25
Last Modified: 20 Aug 2026 08:25
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530314

Actions (login required)

View Item View Item