Taufik, Bambang Rojullun (2026) Perbandingan Akurasi Diagnostik Skor PUMA dan Skor CAPTURE dalam Deteksi Dini Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Dua Fasilitas Kesehatan Primer Kota Padang. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (603kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version Download (221kB) |
|
|
Text (BAB 7)
03. BAB 7.pdf - Published Version Download (228kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (Tesis Full Test)
05. Tesis Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Deteksi dini Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di fasilitas kesehatan primer masih menjadi tantangan karena pemeriksaan spirometri sebagai gold standard diagnosis sering belum tersedia. Skor PUMA dan CAPTURE merupakan instrumen skrining yang praktis, namun penelitian mengenai perbandingan akurasi diagnostiknya di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi diagnostik skor PUMA dan skor CAPTURE dalam deteksi dini PPOK pada populasi berisiko di fasilitas kesehatan primer. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang yang melibatkan 102 responden berusia ≥40 tahun dengan minimal satu faktor risiko PPOK. Seluruh responden mengisi skor PUMA dan CAPTURE, kemudian menjalani pemeriksaan spirometri pasca-bronkodilator. Diagnosis PPOK ditegakkan berdasarkan kriteria GOLD 2025, yaitu nilai rasio VEP₁/KVP pasca-bronkodilator <0,70. Performa diagnostik dievaluasi menggunakan analisis receiver operating characteristic (ROC), sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi diagnostik. Hasil: PPOK terkonfirmasi pada 37,3% responden. Dengan nilai batas yang telah ditentukan (PUMA ≥6 dan CAPTURE ≥5), kedua skor menunjukkan hubungan yang bermakna dengan diagnosis PPOK berdasarkan spirometri (p<0,001). Skor PUMA memiliki nilai AUC sebesar 0,898 dengan sensitivitas 60,5%, spesifisitas 95,3%, dan akurasi 82,4%, sedangkan skor CAPTURE memiliki nilai AUC sebesar 0,900 dengan sensitivitas 44,7%, spesifisitas 96,9%, dan akurasi 77,5%. Meskipun nilai AUC kedua instrumen hampir sama, skor PUMA menunjukkan sensitivitas dan akurasi diagnostik yang lebih tinggi dibandingkan skor CAPTURE. Pembahasan: Kedua instrumen memiliki kemampuan diskriminatif yang sangat baik dalam mendeteksi PPOK. Skor PUMA lebih sesuai digunakan untuk deteksi dini karena memiliki sensitivitas yang lebih tinggi, sedangkan skor CAPTURE lebih efektif dalam mengidentifikasi PPOK yang bermakna secara klinis karena memiliki spesifisitas yang lebih tinggi. Kesimpulan: Skor PUMA dan skor CAPTURE merupakan instrumen skrining PPOK yang efektif di fasilitas kesehatan primer. Namun, skor PUMA menunjukkan akurasi diagnostik yang lebih baik secara keseluruhan sehingga lebih sesuai digunakan untuk deteksi dini PPOK pada populasi berisiko. Kata kunci: PPOK, PUMA, CAPTURE, akurasi diagnostik, fasilitas kesehatan primer.
| Item Type: | Thesis (Spesialis) |
|---|---|
| Supervisors: | DR. dr. Masrul Basyar, Sp. P (K) FISR, FAPSR dr. Dessy Mizarti, Sp. P (K) FISR |
| Uncontrolled Keywords: | PPOK, Skor PUMA, Skor CAPTURE, Akurasi Diagnostik, Fasilitas Kesehatan Primer |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:05 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:05 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric