Penerapan Tindakan Balasan melalui Kebijakan United States of America dan People's Republic of China dalam Sengketa Dagang Tahun 2025 menurut General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)

Fawzi, Natasya Jihandara (2026) Penerapan Tindakan Balasan melalui Kebijakan United States of America dan People's Republic of China dalam Sengketa Dagang Tahun 2025 menurut General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (361kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (455kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (296kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kebijakan penetapan tarif sepihak oleh United States of America (US) terhadap People’s Republic of China pada Februari 2025 merupakan penyebab terjadinya sengketa dagang antara kedua negara. Lonjakan tarif hingga 125% dinilai China sebagai pelanggaran terhadap ketentuan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), sehingga China mengajukan permintaan konsultasi kepada World Trade Organization (WTO). Sebagai tanggapan dari tindakan penetapan tarif sepihak yang dilakukan oleh US, China menerapkan tindakan balasan berupa kenaikan tarif dan pembatasan ekspor. Kedua kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan hukum domestik masing-masing negara, yaitu melalui Section 301 Trade Act 1974, Foreign Trade Law 2023, dan Export Control Law 2020. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana penerapan tindakan balasan melalui kebijakan US dan China dalam sengketa dagang tahun 2025 menurut GATT? Kedua, bagaimana dampak tindakan balasan US dan China terhadap stabilitas domestik dan sistem penyelesaian sengketa WTO? Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tarif awal US dan China merupakan perbuatan melawan hukum berdasarkan Article I, II, dan XI GATT. Tindakan balasan yang diterapkan kedua negara tidak memenuhi unsur countermeasures berdasarkan Article 49 - 54 Articles of Responsibility for Internationally Wrongful Acts (ARSIWA), serta bertentangan dengan Article 22 Paragraph 1 dan Article 23 Paragraph 1 dan 2 Understanding on Rules and Procedures Governing the Settlement of Disputes (DSU), karena diambil tanpa melalui otorisasi Dispute Settlement Body (DSB) dan didasarkan pada determinasi sepihak atas pelanggaran WTO. Dengan demikian, tindakan tersebut secara objektif diterapkan berdasarkan Section 301 Trade Act of 1974 oleh US dan berdasarkan Article 7 dan 18 FTL 2023 serta Article 2 ECL 2020 oleh China. Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan perdagangan ini menyebabkan penurunan angka ekspor dari China ke US dan sebaliknya, serta terjadi relokasi ekspor yang melibatkan negara mitra lain. Terjadinya perbuatan melawan hukum oleh US dan China dalam sengketa ini tidak terlepas dari peran WTO sebagai organisasi ekonomi internasional. Kekosongan Appellate Body sejak 2019 turut memperlemah daya paksa hukum WTO, sehingga membuka ruang bagi meluasnya tindakan unilateral di antara negara-negara anggota. Kata Kunci: Penerapan, Tindakan Balasan, Kebijakan US dan China, Sengketa Dagang, GATT.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Magdariza, S.H., M.H ; Sri Oktavia, S.H, M.Sc., Ph.D
Uncontrolled Keywords: Penerapan; Tindakan Balasan; Kebijakan US dan China; Sengketa Dagang; GATT
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 22 Aug 2026 08:02
Last Modified: 22 Aug 2026 08:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530303

Actions (login required)

View Item View Item