Arnores, Windi Putri (2026) Pengaruh Ekstrak Daun Talas (Colocasia esculenta) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (545kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 .pdf - Published Version Download (244kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB akhir.pdf - Published Version Download (199kB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Tugas Akhir fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (32MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri Gram-negatif anaerob obligat yang berperan sebagai patogen utama dalam terjadinya periodontitis. Penggunaan antibakteri seperti chlorhexidine efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Daun talas (Colocasia esculenta) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan steroid yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun talas (Colocasia esculenta) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Ekstrak daun talas diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller-Hinton Agar terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Kelompok perlakuan terdiri atas ekstrak daun talas dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, serta DMSO 5% sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji Post HOC Mann–Whitney U menggunakan koreksi Bonferroni dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Ekstrak daun talas pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan rerata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 5,25 ± 1,29 mm, 7,51 ± 0,91 mm, dan 9,28 ± 0,17 mm. Kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2% menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 12,05 ± 1,52 mm, sedangkan kontrol negatif DMSO 5% tidak menunjukkan terbentuknya zona hambat. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,001). Kesimpulan: Ekstrak daun talas (Colocasia esculenta) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Peningkatan konsentrasi ekstrak diikuti dengan peningkatan daya hambat, dengan konsentrasi 100% menghasilkan aktivitas antibakteri paling besar di antara seluruh konsentrasi ekstrak yang diuji.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | drg. Aria Fransiska, MDSc ; drg. Nurul Rizqana, Sp.B.M.M |
| Uncontrolled Keywords: | kata kunci: Colocasia esculenta, daun talas, Porphyromonas gingivalis, antibakteri, difusi sumuran, zona hambat. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Gigi |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:47 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:47 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530030 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric