Pembentukan dan Karakterisasi Multikomponen Kristal Naproxen-Kafein Dengan Menggunakan Metode Liquid Assisted Grinding

Hafizhah, Mutia (2026) Pembentukan dan Karakterisasi Multikomponen Kristal Naproxen-Kafein Dengan Menggunakan Metode Liquid Assisted Grinding. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (247kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (230kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (175kB)
[img] Text (05. Skripsi FullText)
05. Skripsi FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Naproxen merupakan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) yang termasuk dalam obat BCS (biopharmaceutical classification system) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Kelarutan yang rendah mengakibatkan penyerapan obat yang buruk dalam saluran pencernaan sehingga membatasi pengembangan bentuk sediaan naproxen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan naproxen melalui pembentukan multikomponen kristal naproxen dengan menggunakan kafein sebagai koformer. Penelitian dimulai dengan pembentukan diagram dua fasa untuk mencari titik eutektik antara naproxen dan kafein dengan menggunakan metode differential scanning calorimetry (DSC). Karakterisasi dilanjutkan dengan perbandingan mol terpilih naproxen: kafein yaitu 6:4 yang meliputi X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscopy (SEM), dan fourier transform infrared (FT-IR). Uji kelarutan dilakukan dalam akuabides menggunakan orbital shaker selama 24 jam pada suhu ruang. Hasil uji kelarutan dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan fase diam kolom diamonsil C18 dengan fase geraknya adalah campuran asetonitril : akuabides (mengandung 1,96% asam asetat glasial) (70:30). Hasil karakterisasi DSC menunjukkan adanya puncak endotermik tunggal pada suhu 122,89 °C. Analisis XRD tidak menunjukkan puncak difraksi baru yang mengindikasikan tidak adanya pembentukan fasa kristal baru dari campuran tersebut. Spektrum FT-IR menunjukkan pergeseran pada bilangan gelombang gugus penyusun murninya serta mengidentifikasi terbentuknya ikatan hidrogen pada multikomponen kristal di bilangan gelombang 2.972 cm-1. Analisis SEM menunjukkan perubahan morfologi kristal dimana ukuran partikel terlihat lebih kecil pada campuran eutektik nya. Uji kelarutan menunjukkan peningkatan kelarutan sebesar 1,108 kali lipat pada campuran eutektik dan 1,155 kali lipat pada campuran fisik dibandingkan dengan naproxen murni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan multikomponen kristal naproxen-kafein membentuk campuran eutektik yang dapat meningkatkan kelarutan naproxen yang signifikan secara statistik (p<0,05).

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. apt. Erizal Zaini, M.Si ; apt. Uswatul Hasanah, M.Si
Uncontrolled Keywords: naproxen; kafein; multikomponen kristal; campuran eutektik; kelarutan
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 27 Aug 2026 00:48
Last Modified: 27 Aug 2026 00:48
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529627

Actions (login required)

View Item View Item