Analisis Karakteristik Corona Discharge Isolator Polimer Pada Berbagai Kondisi Menggunakan Metode Deteksi Akustik

Maulana, Ikhsan (2026) Analisis Karakteristik Corona Discharge Isolator Polimer Pada Berbagai Kondisi Menggunakan Metode Deteksi Akustik. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (855kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (730kB)
[img] Text (TA Full)
TA Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Corona discharge merupakan salah satu bentuk pelepasan muatan parsial yang terjadi akibat ionisasi udara di sekitar konduktor atau permukaan isolator ketika medan listrik melebihi nilai kritis. Fenomena ini dapat mempercepat degradasi material isolator polimer, terutama pada kondisi permukaan yang mengalami kontaminasi, sehingga berpotensi menurunkan keandalan sistem isolasi pada jaringan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik corona discharge pada isolator polimer dengan tingkat kontaminasi yang berbeda menggunakan metode deteksi akustik. Pengujian dilakukan pada isolator polimer dalam tiga kondisi, yaitu bersih, kontaminasi sedang, dan kontaminasi berat. Tegangan AC dinaikkan secara bertahap menggunakan metode step voltage test hingga terdeteksi Corona Inception Voltage (CIV). Sinyal akustik yang dihasilkan direkam menggunakan sistem akuisisi data berbasis ESP32, kemudian dianalisis menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) pada MATLAB untuk memperoleh karakteristik frekuensi dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kontaminasi menyebabkan penurunan nilai CIV dari 18 kV pada kondisi bersih menjadi 15 kV pada kontaminasi sedang dan 11 kV pada kontaminasi berat. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa kontaminasi mempercepat munculnya corona discharge. Di sisi lain, frekuensi dominan sinyal akustik meningkat dari 1611,33 Hz menjadi 2246,09 Hz dan 3212,89 Hz seiring dengan meningkatnya tingkat kontaminasi, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas corona discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CIV dan frekuensi dominan sinyal akustik dapat digunakan sebagai parameter untuk mengevaluasi kondisi isolator polimer akibat pengaruh kontaminasi. Temuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan metode condition monitoring berbasis deteksi akustik sebagai teknik diagnosis dini yang bersifat non-destructive pada sistem isolasi tegangan tinggi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Aulia, Ph.D
Uncontrolled Keywords: Corona discharge; isolator polimer; deteksi akustik; Corona Inception Voltage (CIV); Fast Fourier Transform (FFT); kontaminasi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:15
Last Modified: 19 Aug 2026 05:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529021

Actions (login required)

View Item View Item