Pengaruh Berbagai Isolat Cendawan Trichoderma asperellum Samuels terhadap Penetasan Telur dan Perkembangan Henosepilachna vigintioctopunctata Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae)

Azhuri, Vilta Ramadil (2026) Pengaruh Berbagai Isolat Cendawan Trichoderma asperellum Samuels terhadap Penetasan Telur dan Perkembangan Henosepilachna vigintioctopunctata Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (Bab I. Pendahuluan)
BAB I. Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text (Bab V. Penutup)
BAB V. Penutup.pdf - Published Version

Download (192kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Lengkap.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Henosepilachna vigintioctopunctata merupakan hama penting pada tanaman dari famili Solanaceae. Salah satu jenis cendawan entomopatogen yang berpotensi untuk pengendalian H. vigintioctopunctata adalah Trichoderma asperellum. Tujuan penelitian ini untuk menentukan isolat cendawan T. asperellum yang efektif dalam menekan penetasan telur dan perkembangan H. vigintioctopunctata di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari isolat cendawan T. asperellum AB2B3, A116, PC21, SD327, dan kontrol (tanpa cendawan). Kerapatan konidia cendawan yang digunakan adalah 108 konidia/ml. Suspensi konidia diaplikasikan pada telur H. vigintioctopunctata yang berumur 1 hari. Variabel pengamatan yang diamati adalah persentase telur H. vigintioctopunctata tidak menetas, mortalitas larva instar 1, persentase pupa terbentuk, persentase imago terbentuk, jumlah kelompok telur dan telur diletakkan, luas koloni cendawan, kerapatan konidia, dan daya kecambah konidia. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat cendawan T. asperellum yang diuji mampu menghambat penetasan telur H. vigintioctopunctata sebesar 31,00-42,00%, mematikan larva instar 1, 2 dan 3 serta menekan pembentukan pupa dan imago. Isolat T. asperellum A116 paling efektif dalam mematikan larva instar 1 dengan mortalitas 83,02%. Terdapat 3 isolat yang efektif dalam menghambat pembentukan pupa dan imago yaitu T. asperellum AB2B3, T. asperellum A116 dan T. asperellum SD327 yang berkisar 8,21-16,98% dan 7,36-16,98%. Dari semua isolat yang diuji, isolat T. asperellum AB2B3 memiliki rata-rata efektivitas tertinggi sebesar 77,75%.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Trizelia, M.Si; Prof. Dr. Ir. Hidrayani, MSc
Uncontrolled Keywords: Cendawan entomopatogen; H. vigintioctopunctata; T. asperellum
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:13
Last Modified: 14 Aug 2026 04:13
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528930

Actions (login required)

View Item View Item