Genealogi Ejaan Yang Disempurnakan (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Majalah Tempo 1972 - 1988)

Yulian, M Rifki (2026) Genealogi Ejaan Yang Disempurnakan (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Majalah Tempo 1972 - 1988). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (268kB)
[img] Text (BAB 5 Kesimpulan)
BAB 5 Kesimpulan.pdf - Published Version

Download (220kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (226kB)
[img] Text (SKRIPSI Fulltext)
SKRIPSI Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membedah bagaimana Ejaan yang Disempurnakan (EYD), yang hari ini dianggap sebagai standar bahasa yang netral dan alamiah, merupakan produk konstruksi wacana kekuasaan Orde Baru yang dinormalisasi secara bertahap melalui pemberitaan media massa. Kegelisahan bahwa kajian komunikasi dan wacana mengenai Orde Baru selama ini cenderung berfokus pada konflik politik keras (hard news), penelitian ini menyoroti cara kerja kekuasaan yang halus dan senyap (soft power) melalui kebijakan kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penempatan teks dan wacana genealogi EYD dalam Majalah Tempo periode 1972–1988, serta mengungkap kepentingan pemerintah Orde Baru di balik proses naturalisasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis, menerapkan model tiga dimensi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural) yang dipayungi kerangka genealogi Michel Foucault, terhadap lima berita Majalah Tempo yang membahas EYD, dengan triangulasi data sebagai strategi validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genealogi EYD bergerak melalui tiga tahap, guncangan dan resistensi (1972), pelembagaan dan depolitisasi (1974–1982), serta naturalisasi (1988), yang seluruhnya digerakkan oleh rantai relasi kuasa dari negara, lembaga bahasa, kongres bahasa, hingga media massa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EYD bukan sekadar aturan teknis kebahasaan, melainkan teknologi politik yang digunakan Orde Baru untuk menanamkan ketertiban dan keseragaman linguistik sebagai bagian dari proyek pembangunan bangsa, dan Majalah Tempo turut berperan sebagai saluran yang memungkinkan proses naturalisasi wacana kekuasaan tersebut berlangsung.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Yayuk Lestari, S.Sos., M.A ; Rinaldi, S.Sos., M.I.Kom
Uncontrolled Keywords: Analisis wacana kritis; Genealogi; Ejaan yang Disempurnakan; Norman Fairclough; Orde Baru; Majalah Tempo
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: S1 Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 13 Aug 2026 08:21
Last Modified: 13 Aug 2026 08:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528813

Actions (login required)

View Item View Item