Matondang, Sherly Luthfi (2026) PERLINDUNGAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI AKIBAT PENGEMBANGAN HUTAN TANAMAN ENERGI. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak (2).pdf - Published Version Download (751kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version Download (286kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf - Published Version Download (159kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka (2).pdf - Published Version Download (350kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Transisi energi yang dilakukan Indonesia pada kenyataannya mendorong pengembangan hutan tanaman energi (HTE) yang seringkali mengorbankan hutan primer dan hutan sekunder. Pengembangan HTE mengancam punahnya sumber daya alam hayati di kawasan hutan secara besar-besaran karena deforestasi. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pengaturan pengembangan hutan tanaman energi di Indonesia dan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati akibat pengembangan hutan tanaman energi tersebut. Metode yang digunakan yakni metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kerangka hukum multiusaha yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan, Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi sudah ada 13 perusahaan Hutan Tanaman Industri yang mengembangkan HTE pada lahan konsesinya. HTE saat ini masih masih diatur dalam regulasi terpisah secara implisit sehingga belum memiliki pengaturan yang berdiri sendiri. Disisi lain, perlindungan sumber daya alam hayati telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Namun, pengembangan HTE belum menunjukkan sinergi antara perlindungan sumber daya alam hayati karena belum memiliki pengaturan yang berdiri sendiri. Penelitian ini menyimpulkan perlu adanya pembangunan hukum yang setara undang-undang atau minimal peraturan pemerintah untuk mengatur HTE karena dampak multidimensional dalam pengembangan hutan tanaman energi antara sektor energi, kehutanan dan lingkungan hidup.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Syofiarti, S.H., M.Hum.; Sucy Delyarahmi, SH., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Hutan Tanaman Energi; Transisi Energi; Deforestasi; Sumber Daya Alam Hayati |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:43 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:43 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528716 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric