Rahmadia, Suci (2026) Identifikasi Budaya Pangan Masyarakat Mentawai Dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Lokal (Studi Kasus: Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai). S2 thesis, S2 Antropology Universitas Andalas.
|
Text (cover dan abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version Download (152kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (199kB) | Request a copy |
|
|
Text (PENUTUP)
BAB PENUTUP.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (179kB) |
|
|
Text (full thesis)
thesis suci watermark_compressed.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Nama : Suci Rahmadia Program Studi : Magister Antropologi Judul : Identifikasi Budaya Pangan Masyarakat Mentawai Dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Lokal (Studi Kasus: Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai) Indonesia menghadapi masalah kelangkaan pangan secara global yang memengaruhi peningkatan angka stunting dan kesulitan ekonomi. Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, masyarakat tradisional yang dulu bergantung pada sagu dan keladi sebagai makanan lokal kini mulai beralih ke beras sebagai pangan utama. Krisis makanan di Desa Matobe semakin parah karena kebijakan berasaskan melalui program cetak sawah yang sering tidak berhasil, serta perubahan fungsi lahan pertanian untuk pembangunan infrastruktur seperti memperluas jalan dan Bandara Rokot, yang mengakibatkan kebun keladi warga terusik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan dinamika budaya pangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat lokal di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan menganalisis dampak pangan lokal terhadap ketahanan pangan lokal masyarakat di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Penelitian dilakukan di Desa Matobe, Sipora Selatan. Data diperoleh melalui observasi langsung, analisis dokumen, dan wawancara mendalam dan dokumentasi dengan menggunakan metode pengambilan sampel. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat yang mengerti tentang tradisi dan aturan budaya makanan. Terdapat 7 orang yang berhasil diwawancarai, yaitu Kepala Desa ,Anggota BPD, petani , serta anggota dan pengurus kelompok LSM Oba’ Simeru . Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sistem mengalami perubahan, di mana beras dianggap lebih modern dibandingkan makanan lokal, sehingga memicu ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Meskipun begitu, keladi dan sagu masih dianggap sebagai makanan yang penting dan menjadi pilihan terakhir ketika terjadi krisis beras. Masyarakat telah menemukan cara adaptasi dengan menggunakan teknik tumpang sari, membuat wadah penampung air hujan untuk meningkatkan hasil produksi, serta mengembangkan inovasi dalam mengolah keladi menjadi tepung dan keripik oleh kelompok lokal seperti Oba’ Simeru dan PKK untuk meningkatkan nilai ekonomi. Namun, kemandirian pangan masih mengalami kendala karena modal yang terbatas, akses ke pasar yang kurang baik, serta semangat generasi muda yang rendah terhadap bidang pertanian. Kata Kunci: Identifikasi, Budaya Pangan, Pangan Lokal, Kemandirian, Desa Matobe
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric