BAYU, ARIEF HARTANTO (2026) Perbedaan Kadar Urotensin Ii Serum Berdasarkan Derajat Child Turcotte Pugh Pada Pasien Sirosis Hati. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (612kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB AKHIR KESIMPULAN DAN SARA)
BAB AKHIR KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version Download (520kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (FULL TEKS TESIS)
FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (29MB) | Request a copy |
Abstract
PERBEDAAN KADAR UROTENSIN II SERUM BERDASARKAN DERAJAT CHILD TURCOTTE PUGH PADA PASIEN SIROSIS HATI Bayu Arief Hartanto¹, Saptino Miro², Vesri Yoga² 1. Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia 2. Divisi Gastroenterohepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia Pendahuluan: Sirosis hati merupakan penyakit hati kronis progresif dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, dan di Indonesia penyebab utamanya adalah hepatitis B dan C. Skor Child Turcotte Pugh (CTP) lazim digunakan untuk menilai keparahan sirosis hati, namun memiliki keterbatasan berupa penilaian asites dan ensefalopati yang bersifat subjektif serta tidak memperhitungkan fungsi ginjal maupun hemodinamik portal. Urotensin II (U-II) adalah peptida vasoaktif poten dengan potensi mitogenik dan fibrogenik yang kadarnya meningkat pada sirosis hati, sehingga berpotensi menjadi biomarker objektif tambahan untuk menilai derajat keparahan penyakit. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 51 pasien sirosis hati yang memenuhi kriteria inklusi di Poliklinik dan Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan derajat CTP (A, B, dan C) dengan masing-masing 17 sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Kadar Urotensin II serum diukur melalui metode ELISA. Analisis perbedaan antar kelompok menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji post hoc Mann-Whitney. Hasil: Dari 51 subjek, mayoritas berjenis kelamin laki-laki (66,7%), dengan rerata usia meningkat seiring derajat keparahan (CTP A 53,05±7,98 tahun; CTP B 54,70±8,02 tahun; CTP C 61,82±9,03 tahun). Median kadar Urotensin II serum pada kelompok CTP A adalah 51,38 ng/mL (12,46–104,18), kelompok CTP B adalah 191,28 ng/mL (147,12–242,40), dan kelompok CTP C adalah 973,63 ng/mL (296,78–3374,47). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna kadar Urotensin II serum antar ketiga kelompok (Chi-Square = 44,476; p < 0,001), dan uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh perbandingan kelompok (CTP A vs B, CTP A vs C, CTP B vs C; p < 0,001 pada masing-masing perbandingan). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar Urotensin II serum yang bermakna secara statistik pada derajat Child Turcotte Pugh A, B, dan C pasien sirosis hati, dengan kecenderungan peningkatan kadar seiring bertambah beratnya derajat keparahan penyakit. Temuan ini mengindikasikan bahwa Urotensin II serum berpotensi digunakan sebagai biomarker alternatif
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Saptino Miro, Sp.PD-KGEH,FINASIM ; dr. Vesri Yoga, Sp.PD-KGEH, MARS, FINASIM, FJGES |
| Uncontrolled Keywords: | sirosis hati; Urotensin II; Child Turcotte Pugh; biomarker; ELISA |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 03:28 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 03:28 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric