Determinan Kontekstual Tuberkulosis Pada Balita Di Indonesia : Analisis Multilevel Terhadap Faktor Individu Dan Wilayah (Analisis Data SSGI Tahun 2024)

Triani, Resa (2026) Determinan Kontekstual Tuberkulosis Pada Balita Di Indonesia : Analisis Multilevel Terhadap Faktor Individu Dan Wilayah (Analisis Data SSGI Tahun 2024). S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (209kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (288kB)
[img] Text (Fulltext Thesis)
05. Fulltext Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia, dengan prevalensi TBC pada balita yang meningkat dari tahun 2023 ke 2024. Berbagai determinan dapat menyebabkan TBC. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian TBC pada balita di Indonesia menggunakan analisis multilevel. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024. Analisis meliputi distribusi frekuensi, regresi logistik sederhana, regresi logistik multilevel, dan regresi logistik multivariat. Prevalensi TBC pada balita di Indonesia tahun 2024 sebesar 0,50%. Analisis multilevel menunjukkan adanya variasi risiko kejadian TBC antar provinsi, namun variabel level provinsi yang diteliti belum mampu menjelaskan variasi tersebut. Analisis multivariat menunjukkan bahwa balita yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC merupakan faktor risiko paling dominan POR=47,24 (95% CI=37,58-59,38). Faktor lain yang berhubungan dengan TBC pada balita adalah status gizi kurang, riwayat BBLR, status gizi lebih, status imunisasi BCG, dan pendidikan ayah. Riwayat kontak erat dengan penderita TBC merupakan faktor risiko tertinggi terhadap TBC balita. Disarankan skrinning kontak TBC yang lebih intensif dan terarah, disertai pemberian terapi pencegahan secara lebih luas kepada balita kontak erat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Defriman Djafri, SKM., MKM., Ph.D; Dr. Mery Ramadani, SKM., MKM
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis; Balita; Determinan; Multilevel; SSGI 2024
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi
Depositing User: S2 Epidemiologi Epidemiologi
Date Deposited: 15 Aug 2026 08:24
Last Modified: 15 Aug 2026 08:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528555

Actions (login required)

View Item View Item