Desain Struktur Masjid Baitun Nur Kota Pariaman Sebagai Shelter Evakuasi Vertikal

Saputra, Dedi (2026) Desain Struktur Masjid Baitun Nur Kota Pariaman Sebagai Shelter Evakuasi Vertikal. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (276kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (215kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (185kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Kota Pariaman merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Sumatra Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas zona Megathrust Mentawai–Siberut. Berdasarkan hasil pemodelan bahaya tsunami, gelombang tsunami diperkirakan dapat mencapai pesisir Kota Pariaman dalam waktu sekitar 20–30 menit setelah terjadinya gempa bumi, sehingga waktu yang tersedia untuk melakukan evakuasi horizontal sangat terbatas. Kondisi topografi yang relatif datar, tingginya kepadatan penduduk di kawasan pesisir, serta potensi kerusakan infrastruktur akibat gempa menyebabkan penyediaan bangunan evakuasi vertikal menjadi salah satu strategi mitigasi yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan struktur Masjid Baitun Nur di Kelurahan Taluk, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman sebagai bangunan multifungsi yang tetap berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai Self-Supported Vertical Evacuation Shelter berupa bangunan beton bertulang lima lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan rekayasa (engineering design case study). Pembebanan struktur mengacu pada SNI 1727:2020 tentang Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain, SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, serta pedoman FEMA P-646 (2019) untuk pembebanan tsunami yang meliputi gaya hidrostatik, gaya hidrodinamik, gaya apung (buoyant force), dan gaya tumbukan puing (debris impact). Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan shelter memiliki radius layanan efektif sebesar 800 m dengan estimasi kebutuhan kapasitas evakuasi sebanyak 3.601 jiwa. Hasil penelitian berupa Detailed Engineering Design (DED) bangunan shelter evakuasi vertikal lima lantai yang meliputi perencanaan struktur pelat lantai, balok, kolom, dan ramp sebagai jalur evakuasi menuju lantai perlindungan. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan, seluruh elemen struktur yang direncanakan memenuhi persyaratan berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 2847:2019, serta FEMA P-646 (2019), sehingga bangunan yang direncanakan diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat ketika terjadi bencana tsunami sekaligus tetap berfungsi secara optimal sebagai fasilitas ibadah dan bangunan publik pada kondisi normal.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Gempa Bumi; Tsunami; Shelter Evakuasi Vertikal; Beton Bertulang; SRPMK
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil
Depositing User: S1 Teknik Sipil
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:18
Last Modified: 11 Aug 2026 08:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528374

Actions (login required)

View Item View Item