Martia, Andini (2026) ANALISIS KARAKTERISTIK POZZOLAN ALAM DAN EFEKNYA TERHADAP KUALITAS SEMEN PCC (PORTLAND COMPOSITE CEMENT). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text
BAB 1 Pendahuluan.pdf Download (514kB) |
|
|
Text (BAB 5 Penutup)
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version Download (379kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
skripsi fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kebutuhan penggunaan Portland Composite Cement (PCC) di Indonesia dalam pembangunan jauh lebih besar dibandingkan penggunaan Ordinary Portland Cement (OPC). Namun, tingginya emisi gas CO2 dari produksi klinker mendorong pemanfaatan pozzolan alam sebagai material substitusi ramah lingkungan pada semen PCC. Material pozzolan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti klinker karena memiliki sifat yang serupa dengan klinker. Melalui reaksi pozzolanik, silika reaktif dalam pozzolan akan bereaksi dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) sebagai produk sampingan dari hidrasi klinker untuk menghasilkan Calcium Silicate Hydrate (C-S-H) gel tambahan. Pembentukan C-S-H gel sekunder ini dapat memperbaiki struktur mikro matriks semen, mengurangi porositas, dan dapat meningkatkan kuat tekan semen. Pada penelitian ini, sumber pozzolan yang ada di Sumatera Barat yaitu di daerah Agam, Lubuk Alung (LA), dan Sicincin (SCC) diuji karakteristiknya. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) pada ketiga sampel terdapat dominasi fasa amorf berupa gundukan pada rentang 20°–30° yang reaktif serta terbukti memenuhi standar ASTM C 618 dengan persentase oksida utama (SiO2 + Al2O3 + Fe2O3) di atas 70%. Pozzolan Agam menunjukkan performa paling optimal dengan perolehan nilai SAI tertinggi, yakni mencapai 94,29% pada umur 28 hari. Keunggulan mekanis ini sangat didukung oleh nilai BTL tertinggi (89,19%) yang membuatnya bekerja efektif sebagai micro-filler, serta minimnya persentase pengotor yang ditandai dengan rendahnya nilai LOI (3,32%) dan clay content (0,499%). Sebaliknya, pozzolan SCC memberikan nilai SAI terendah (91,43%), penurunan ini dipicu oleh dominasi mineral lempung hidrofilik yang meningkatkan nilai clay content (1,033%) dan LOI (4,50%) yang dapat meningkatkan porositas pada matriks semen. Sementara itu, pozzolan LA memberikan performa di tingkat menengah dengan perolehan nilai LOI 4,12%, dan kuat tekan 28 hari sebesar 93,10%. Meskipun demikian, ketiga pozzolan ini menunjukkan karakteristik yang baik sebagai material substitusi semen pengganti klinker sesuai dengan SNI 15-2049-2004.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Eng. Matlal Fajri Alif |
| Uncontrolled Keywords: | Semen Portland Composite Cement (PCC), pozzolan alam, substitusi klinker, reaksi pozzolanik, kuat tekan |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia |
| Depositing User: | S1 Kimia Kimia |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:54 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:54 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528307 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]