Febriani, Yolanda (2026) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Melitus Tidak Terdiagnosis di Indonesia (Analisis Data SKI 2023). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (567kB) |
|
|
Text (02. BAB I Pendahuluan)
02. BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (510kB) |
|
|
Text (03. BAB VII Kesimpulan & Saran)
03. BAB VII Penutup.pdf - Published Version Download (358kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar pustaka.pdf - Published Version Download (328kB) |
|
|
Text (05. SKripsi FullText)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis akibat gangguan produksi atau kerja insulin yang dapat menimbulkan komplikasi multisistem. Pada tahap awal, penyakit ini sering berkembang tanpa gejala, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya atau dikenal dengan DM tidak terdiagnosis. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi, morbiditas, mortalitas, dan beban pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus tidak terdiagnosis di Indonesia melalui analisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari data SKI tahun 2023. Total sampel penilitian yang memenuhi kriteria adalah sebanyak 16.080 responden. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16,8% penduduk Indonesia dengan DM merupakan DM tidak terdiagnosis. Analisis bivariat menemukan bahwa usia, jenis kelamin, IMT, tingkat pendidikan, wilayah tempat tinggal, status ekonomi, akses fasilitas kesehatan, dan kepemilikan asuransi kesehatan berhubungan signifikan dengan DM tidak terdiagnosis. Sedangkan pada analisis multivariat, variabel usia, IMT, wilayah tempat tinggal, status ekonomi, dan kepemilikan asuransi kesehatan yang masih berhubungan signifikan. Berusia di bawah 40 tahun (aPOR=3,6), memiliki IMT underweight (aPOR=1,7) dan obesitas (aPOR=1,5), tinggal di perdesaan (aPOR=1,3), berstatus ekonomi yang lebih rendah (aPOR=1,8-2,9), serta tidak memiliki asuransi kesehatan (aPOR=1,7) meningkatkan risiko DM tidak terdiagnosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis multivariat, usia, IMT, wilayah tempat tinggal, status ekonomi, dan kepemilikan asuransi kesehatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan DM tidak terdiagnosis di Indonesia, dengan usia sebagai faktor yang paling dominan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Zurayya Fadila, S.KM, M.KM; Dr. dr. Nurhayati, M.Biomed |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus (DM); DM tidak terdiagnosis; SKI 2023; Indonesia |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 02:29 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 02:29 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528272 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]