Studi Kelayakan Ekonomis Sistem Plts Rumah Tangga Berbasis Self-Consumption Pada Carport Menggunakan Simulasi

Thariq, Muhammad Gabril (2026) Studi Kelayakan Ekonomis Sistem Plts Rumah Tangga Berbasis Self-Consumption Pada Carport Menggunakan Simulasi. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover Abstract Skripsi)
Cover Abstract Skripsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 1 Skripsi)
Bab 1 Skripsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab Akhir Skripsi)
Bab Akhir Skripsi.pdf - Published Version

Download (754kB)
[img] Text (Daftar Pasutra Skripsi)
Daftar Pustaka Skripsi.pdf - Published Version

Download (992kB)
[img] Text (Fulltext Skripsi)
Fulltext Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Sejak Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 diberlakukan, kelebihan listrik PLTS rumah tangga yang dikirim ke jaringan tidak lagi bernilai karena skema eksporimpor energi (net-metering) telah dihapus, sehingga penghematan kini hanya datang dari listrik dari energi surya yang dipakai sendiri (self-consumption). Perubahan ini menimbulkan pertanyaan apakah investasi PLTS rumah tangga masih menguntungkan. Penelitian ini menjawabnya dengan mengkaji kelayakan ekonomis sistem PLTS rumah tangga berbasis self-consumption pada carport rumah tangga 3.500 VA di Pampangan, Kota Padang, yang dilengkapi baterai LiFePO4 agar surplus listrik siang hari tetap dapat dimanfaatkan pada malam hari. Kinerja sistem disimulasikan dengan PVsyst 7.4 memakai data meteorologi NASA POWER 2020–2025 (GHI rata-rata 4,70 kWh/m²/hari). Tiga ekosistem merek berkapasitas setara, masing-masing sekitar 3,3 kWp dengan baterai LiFePO4 berkapasitas usable 8,4–10,2 kWh, diperbandingkan: Variasi 1 LONGi/Huawei (HV), Variasi 2 Jinko/Sungrow (HV), dan Variasi 3 Trina/GoodWe/Pylontech (LV). Sisi ekonominya dinilai melalui kerangka Discounted Cash Flow selama 30 tahun dengan lima tolok ukur, yakni NPV, BCR, Payback Period, ROI, dan LCOE, pada tiga skenario makroekonomi. Secara teknis ketiga variasi bekerja baik, dengan performance ratio 77–79% dan energi surya bermanfaat (ESolar) 3.438,5–3.804,5 kWh/tahun. Kelayakan ekonominya justru sangat ditentukan oleh kondisi makroekonomi. Pada skenario pesimistis dan moderat, seluruh variasi mencatat NPV negatif sehingga belum layak. Kelayakan baru tercapai pada skenario optimistis (diskonto 5%, eskalasi tarif 4%), ketika seluruh variasi membukukan NPV +Rp 9,5 juta hingga +Rp 21,7 juta, BCR > 1, serta payback period terdiskonto 25–28 tahun. Variasi 3 secara konsisten menjadi pilihan paling layak. Pada akhirnya, yang paling menentukan bukanlah pilihan merek, melainkan eskalasi tarif listrik PLN, karena perubahan asumsinya saja mampu mengayunkan NPV lebih dari Rp 50 juta, jauh melampaui selisih harga komponen antarvariasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Melda Latif, S.T.,M.T
Uncontrolled Keywords: PLTS rumah tangga; Self-consumption; Baterai LiFePO4; PVsyst; NASA POWER; NPV; BCR; LCOE; Permen ESDM No. 2 Tahun 2024.
Subjects: T Technology > TX Home economics
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:42
Last Modified: 12 Aug 2026 03:42
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528062

Actions (login required)

View Item View Item