Yusra, Misrini (2026) Dinamika Pertukaran Afeksi dan Negosiasi Peran (Studi Fenomenologi Hubungan Ayah Tiri dan Anak Perempuan Pasca-Kematian Ayah Kandung). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (329kB) |
|
|
Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (432kB) |
|
|
Text (Bab VI Penutup)
BAB 6 PENUTUP.pdf - Published Version Download (25kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
TESIS - MISRINI YUSRA_2420862012.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Perubahan struktur keluarga di Jorong Pabalutan, Kabupaten Tanah Datar, pasca-kematian ayah kandung menghadirkan sosok ayah tiri yang memicu dilema batin anak perempuan antara perlindungan masa sekarang dengan kesetiaan menjaga memori masa lalu. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pengalaman perspektif anak perempuan dalam memaknai transisi dunia kehidupan (lifeworld), mendeskripsikan dinamika pertukaran afeksi, serta menjelaskan proses negosiasi peran domestik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri atas tiga keluarga anak perempuan, ayah tiri, dan ibu kandung. Teori yang digunakan adalah Fenomenologi Sosial Alfred Schutz dan Affection Exchange Theory (AET) Kory Floyd. Hasil penelitian menunjukkan transisi lifeworld anak perempuan pasca-kematian ayah kandung membantuk pemaknaan subjektif yang disaring melalui kekuatan memori masa lalu (stock of knowledge), yang bergerak dari penerimaan alami (naturallu accepted) pada usia kanak-kanak, resistensi emosional awal (resistance for validation) pada usia dewasa, hingga penerimaan akomodatif berjarak pada fase remaja demi kebahagiaan ibu. Dinamika pertukaran afeksi dominan dimodifikasi oleh ayah tiri melalui bahasa tindakan nyata (acts of service) dan pemenuhan ekonomi fungsional guna meminimalisir risiko penolakan emosional. Proses negosiasi peran domestik berlangsung melalui proses intersubjektivitas yang membentuk posisi ayah tiri sebagai pengganti figur ayah, teman diskusi, atau sekadar pasangan ibu. Pemaknaan tersebut tercermin dalam pilihan sapaan sehari-hari (Ustaz, Pa, Pak) serta kecenderungan menarik diri ke kamar sebagai instrument kontrol jarak sosial untuk mempertahankan kesetiaan terhadap mendiang ayah kandung, dengan ibu kandung yang bertindak sebagai mediator sentral dalam hubungan keluarga.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ernita Arif, SP, M.Si; Dr. Yesi Puspita, S.Sos, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi; Ayah Tiri; Anak Perempuan; Afeksi; Negosiasi |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S2 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 04:24 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528031 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]