Perbandingan Karakteristik Pengeringan Kerupuk Talas Menggunakan Sistem Hybrid (Kolektor Surya Pelat Datar) Dan Tungku Briket Tempurung Kelapa

Niatul, Khalisya (2026) Perbandingan Karakteristik Pengeringan Kerupuk Talas Menggunakan Sistem Hybrid (Kolektor Surya Pelat Datar) Dan Tungku Briket Tempurung Kelapa. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01 Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (205kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (171kB)
[img] Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (438kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (148kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Proses pengeringan kerupuk talas yang masih dilakukan secara konvensional umumnya sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga membutuhkan waktu yang lama dan berisiko menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan massa dan kadar air kerupuk talas selama proses pengeringan serta menganalisis efisiensi pengeringan menggunakan sistem hybrid (kolektor surya pelat datar) dan tungku biomassa briket tempurung kelapa. Penelitian dilakukan menggunakan ruang pengering hybrid dan ruang pengering tungku biomassa. Pengambilan data dilaksanakan selama tiga hari pada pukul 11.00–14.00 WIB dengan interval pengukuran setiap 30 menit. Parameter yang diamati meliputi intensitas cahaya matahari, temperatur ruang pengering, penurunan massa, kadar air, perubahan karakteristik fisik kerupuk talas, dan efisiensi pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kerupuk talas mengalami penurunan pada kedua sistem pengeringan. Pada sistem hybrid, kadar air akhir mencapai 8,56%, sedangkan pada sistem tungku mencapai 7,64%. Massa kerupuk talas juga mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu pengeringan akibat proses penguapan air dari bahan. Sistem tungku menunjukkan performa pengeringan yang lebih baik dibandingkan sistem hybrid karena mampu menghasilkan temperatur pengeringan yang lebih tinggi sehingga proses penguapan air berlangsung lebih optimal. Efisiensi tertinggi pada sistem tungku mencapai 27,28%, sedangkan sistem hybrid sebesar 11,11%. Penurunan efisiensi pada sistem hybrid dipengaruhi oleh kondisi cuaca mendung dan rugi-rugi panas pada kolektor surya sehingga panas pengeringan menjadi tidak maksimal.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Iskandar R, M.T.
Uncontrolled Keywords: kerupuk talas; pengeringan hybrid; kolektor surya pelat datar; tungku biomassa; briket tempurung kelapa
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:16
Last Modified: 07 Aug 2026 03:16
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528028

Actions (login required)

View Item View Item