Perbandingan Karakteristik Bawang Merah pada Pengering Tertutup Biomassa Pelet Kayu Kaliandra Merah dengan Sistem Ventilator dan Exhaust Fan

Rinanda, Shalu Putri (2026) Perbandingan Karakteristik Bawang Merah pada Pengering Tertutup Biomassa Pelet Kayu Kaliandra Merah dengan Sistem Ventilator dan Exhaust Fan. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (51kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (64kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (32kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (95kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pengeringan bawang merah merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem sirkulasi udara menggunakan ventilator dan exhaust fan dengan variasi putaran 300 rpm, 400 rpm, dan 500 rpm pada alat pengering rak tertutup berbasis tungku biomassa berbahan bakar pelet kayu terhadap distribusi temperatur, kelembapan, penurunan massa, kadar air, serta efisiensi pengeringan bawang merah. Pengujian dilakukan menggunakan bawang merah sebanyak 1,5 kg yang dibagi merata pada tiga rak pengering dengan massa awal masing-masing 500 gram. Parameter yang diamati meliputi temperatur ruang pengering, kelembapan relatif, penurunan massa, kadar air, dan efisiensi pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ventilator menghasilkan temperatur ruang pengering tertinggi sebesar 59°C, sedangkan exhaust fan menghasilkan temperatur maksimum sebesar 56°C pada 300 rpm, 51°C pada 400 rpm, dan 47°C pada 500 rpm. Peningkatan putaran exhaust fan menyebabkan temperatur ruang pengering menurun karena udara panas lebih cepat keluar dari ruang pengering. Sistem exhaust fan 300 rpm memberikan kinerja pengeringan terbaik dengan efisiensi sebesar 14,72%, lebih tinggi dibandingkan sistem ventilator (13,08%), exhaust fan 400 rpm (12,80%), dan exhaust fan 500 rpm (12,62%). Selain itu, variasi 300 rpm mampu mempercepat penurunan massa dan kadar air bawang merah, sedangkan putaran 500 rpm menghasilkan waktu pengeringan paling lama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan exhaust fan dengan putaran 300 rpm merupakan kondisi operasi yang paling optimal pada pengering rak tertutup berbasis tungku biomassa karena memberikan keseimbangan antara distribusi panas, sirkulasi udara, dan efisiensi pengeringan sehingga proses penurunan kadar air bawang merah berlangsung lebih efektif.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Iskandar R, M.T
Uncontrolled Keywords: bawang merah;pengering rak tertutup;tungku biomassa;pelet kayu;exhaust fan;ventilator
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:05
Last Modified: 07 Aug 2026 03:05
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527995

Actions (login required)

View Item View Item