Valia, Dwi Putri (2026) Penentuan Kondisi Optimum Ekstraksi Antioksidan Dan Fenolik Total Dari Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Menggunakan Response Surface Methodology (Rsm). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (163kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (105kB) |
|
|
Text (BAB akhir)
BAB akhir.pdf - Published Version Download (33kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (skripsi full text)
skripsi full text.pdf - Published Version Download (2MB) |
Abstract
Penyakit degeneratif yang dipicu oleh stres oksidatif terus meningkat dan menjadi tantangan kesehatan global. Pemanfaatan antioksidan alami dari tanaman semakin berkembang karena dinilai lebih aman dan berkelanjutan. Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan. Namun, penelitian mengenai optimasi ekstraksi dengan menggunakan pelarut air dari daun sirsak menggunakan pendekatan statistik yang komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum ekstraksi daun sirsak menggunakan pelarut air melalui pendekatan One Factor at a Time (OFAT) dan Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Central Composite Design (CCD), dengan respons berupa kapasitas antioksidan dan kandungan fenolik total. Optimasi OFAT dilakukan dengan cara memvariasikan satu faktor sedangkan faktor lainnya dijaga tetap konstan, dengan variasi suhu (40–80 °C), waktu (10–50 menit), dan rasio sampel terhadap pelarut (1:10–1:30 g/mL). Kapasitas antioksidan ditentukan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan dinyatakan sebagai mg AAE/g FW, sedangkan kandungan fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin–Ciocalteu dan dinyatakan sebagai mg GAE/g FW. Hasil optimasi OFAT menunjukkan kondisi optimum pada suhu 70 °C, waktu ekstraksi 40 menit, dan rasio sampel terhadap pelarut 1:20 g/mL. Kondisi optimum pada metode OFAT digunakan sebagai titik pusat pada optimasi RSM dengan desain CCD. Hasil optimasi menggunakan metode RSM menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi optimum pada suhu 76 °C, waktu ekstraksi 41 menit, dan rasio sampel terhadap pelarut 1:17 g/mL. Pengujian pada kondisi optimum tersebut menghasilkan kapasitas antioksidan sebesar 8,1831 ± 0,05 mg AAE/g FW dan kandungan fenolik total sebesar 9,0042 ± 0,08 mg GAE/g FW. Nilai kapasitas antioksidan dan kandungan fenolik total ini mendekati nilai prediksi dari RSM yaitu sebesar 8,2296 mg AAE/g FW dan 9,1797 mg GAE/g FW. Hasil ini menunjukkan bahwa RSM merupakan metode yang efektif dalam mengoptimasi proses ekstraksi antioksidan dan fenolik total dari daun sirsak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Yefrida |
| Uncontrolled Keywords: | Daun sirsak; Kapasitas antioksidan; Kandungan fenolik total; OFAT, RSM. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia |
| Depositing User: | S1 Kimia Kimia |
| Date Deposited: | 08 Aug 2026 02:48 |
| Last Modified: | 08 Aug 2026 02:48 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527945 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric