Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan (Studi Kasus LSM PBT di Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang).

Suhatman, Sonia Suhatman (2026) Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan (Studi Kasus LSM PBT di Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang). S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (158kB)
[img] Text (Bab 1)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (212kB)
[img] Text (Penutup)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (134kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Updated Version

Download (189kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kebijakan gender dari pemerintah sering kali tidak langsung dirasakan oleh perempuan di tingkat desa. Hambatan utama biasanya berasal dari cara berpikir masyarakat yang belum terbuka serta sistem pemerintah lokal yang belum siap. Di sinilah LSM PBT hadir. Mereka tidak bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah, melainkan sebagai organisasi yang ikut hidup dan merasakan langsung masalah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peran LSM PBT dalam meningkatkan partisipasi anggota Sekolah Perempuan di Lubuk Kilangan, Kota Padang, serta hambatan apa saja yang mereka hadapi di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data dengan terjun langsung ke lapangan, memeriksa dokumen terkait, serta melakukan wawancara mendalam dengan Direktur LSM PBT, Ketua Sekolah Perempuan, anggota, dan pengurus Forum Nagari. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yaitu lewat tahap pengelompokan data (koding), penyajian data secara rapi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM PBT menjalankan banyak peran sekaligus, diantaranya LSM PBT berperan sebagai inisiator dan fasilitator berbasis kebutuhan, lalu sebagai pengembang modul dan metode pembelajaran partisipatif, sebagai perekat sosial yang inklusif, sebagai pendamping yang setara di sekolah perempuan, sebagai jembatan dan advokator kebijakan, sebagai pendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi, dan pemanfataan sumber daya lokal. Hasilnya, para anggota Sekolah Perempuan mengalami perubahan besar. Mereka kini tidak hanya rajin hadir, tetapi juga berani berbicara di forum Musrenbang, ikut menentukan arah program, serta mampu mengelola kegiatan ekonomi dan simpan pinjam sendiri. Meskipun program ini sukses hingga mendapat pengakuan tingkat nasional dan diundang ke Istana Negara, tantangan tetap ada. Tantangan tersebut berupa kurang tanggapnya pemerintah daerah serta adanya salah paham dan rasa curiga dari sebagian masyarakat terkait isu kesetaraan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan yang berhasil tidak bisa instan, melainkan butuh pendekatan yang sesuai dengan kondisi nyata, menghargai budaya lokal, dan membutuhkan kesabaran untuk membangun kemandirian dari dalam masyarakat sendiri.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Dr. Alfan Miko, M.Si ; Dr. Indraddin, M.Si
Uncontrolled Keywords: Peran LSM PBT; Hambatan LSM PBT; Pemberdayaan Perempuan; Sekolah Perempuan.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Sosiologi
Depositing User: S2 Sosiologi Sosiologi
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:26
Last Modified: 03 Aug 2026 07:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527699

Actions (login required)

View Item View Item