Perbedaan Angka Kejadian Sindroma Dispepsia Berdasarkan Tahap Akademik dan Karakteristik Mahasiswa di Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK Unand

Anggreini, Syifa Salsabila (2026) Perbedaan Angka Kejadian Sindroma Dispepsia Berdasarkan Tahap Akademik dan Karakteristik Mahasiswa di Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK Unand. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (625kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (377kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7 Penutup.pdf - Published Version

Download (136kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (275kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Sindroma dispepsia merupakan kumpulan gejala saluran cerna bagian atas yang ditandai nyeri atau ketidaknyamanan epigastrik. Mahasiswa kedokteran memiliki beban akademik yang padat dan bervariasi sesuai tahap akademik, sehingga berpotensi mengalami perbedaan keluhan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prevalensi sindroma dispepsia berdasarkan tahap akademik dan karakteristik mahasiswa di Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK Unand. Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada mahasiswa preklinik tahun pertama hingga keempat. Sebanyak 141 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sindroma dispepsia dinilai menggunakan Short Form–Leeds Dyspepsia Questionnaire (SF-LDQ) versi bahasa Indonesia, dengan skor ≥7 menunjukkan sindroma dispepsia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, Fisher–Freeman–Halton, dan Kruskal–Wallis, dilanjutkan uji post hoc Mann–Whitney dengan koreksi Bonferroni. Sebagian besar responden masuk kedokteran atas keinginan sendiri, melalui jalur SNBT/SBMPTN/UTBK, dan memiliki IPK sementara >3,50. Sebanyak 41 responden (29,1%) mengalami sindroma dispepsia. Prevalensi berdasarkan tahap akademik adalah 13,5% pada tahun pertama, 28,6% pada tahun kedua, 28,6% pada tahun ketiga, dan 47,1% pada tahun keempat. Prevalensi berdasarkan motivasi masuk kedokteran, jalur masuk, dan IPK sementara bervariasi antarkelompok, tetapi tidak menunjukkan perbedaan bermakna (masing-masing p = 0,688; p = 0,665; dan p = 0,807). Uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan skor sindroma dispepsia yang bermakna berdasarkan tahap akademik (p = 0,003), terutama antara mahasiswa tahun pertama dan tahun keempat (p = 0,001). Terdapat perbedaan skor sindroma dispepsia berdasarkan tahap akademik, terutama antara mahasiswa tahun pertama dan keempat, tetapi tidak terdapat perbedaan prevalensi yang bermakna berdasarkan motivasi masuk kedokteran, jalur masuk, maupun IPK sementara.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Saptino Miro, Sp.PD-KGEH, FINASIM ; Dr. dr. Eka Nofita, M.Biomed
Uncontrolled Keywords: sindroma dispepsia; SF-LDQ; tahap akademik; karakteristik mahasiswa; mahasiswa kedokteran; cross-sectional
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 04 Aug 2026 08:01
Last Modified: 04 Aug 2026 08:01
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527659

Actions (login required)

View Item View Item