Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Edelweis Sumatra (Anaphalis longifolia (Blume) DC.)

Stefani, Silvia (2026) Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Edelweis Sumatra (Anaphalis longifolia (Blume) DC.). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text (Pendahuluan)
02. BAB I. Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Text (Penutup)
03. BAB V. Penutup.pdf - Published Version

Download (149kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (179kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Anaphalis longifolia (Blume) DC. merupakan tumbuhan dari famili Asteraceae yang kajian kandungan kimianya masih terbatas, khususnya terkait isolasi dan karakterisasi senyawa metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dari daun dan batang segar A. longifolia serta mengisolasi dan mengarakterisasi senyawa hasil isolasi dari fraksi etil asetat. Daun dan batang segar diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan metanol, kemudian difraksinasi dengan partisi cair-cair menggunakan n-heksan, etil asetat, dan n-butanol. Skrining fitokimia dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi sedangkan isolasi senyawa metabolit sekunder dilakukan pada fraksi etil asetat. Isolasi dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan eluen yang kepolarannya ditingkatkan secara bertahap. Senyawa hasil isolasi dikarakterisasi secara organoleptis, penentuan titik leleh, spektrofotometri UV-Vis, FT-IR, dan LC-MS/MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung fenolik, terpenoid, dan flavonoid; fraksi n-heksan mengandung fenolik, terpenoid, dan steroid; sedangkan fraksi etil asetat dan n-butanol mengandung fenolik dan flavonoid. Dari fraksi etil asetat diperoleh senyawa hasil isolasi I.8 dengan bentuk berupa kristal berwarna kuning, dengan rentang titik leleh 193,3-193,9 °C memiliki panjang gelombang maksimum pada 277 nm. Hasil karakterisasi dengan spektrofotometer IR menunjukkan adanya gugus hidroksil (3570,75 cm-¹), C-H alifatik (2934,79 cm-¹), gugus karbonil (1647,10 cm-¹), aromatik (1559,94 cm-¹) dan eter (1284,11 cm-¹) serta spektrometer massa mendapatkan nilai m/z [M+H]+ sebesar 331,082 dengan rumus molekul C17H14O7. Senyawa I.8 diidentifikasi sebagai senyawa metoksi flavonoid yang diduga tricin

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: apt. Nova Syafni, M.Farm, Ph.D ; Prof. Dr. apt. Deddi Prima Putra
Uncontrolled Keywords: Anaphalis longifolia; isolasi; LC-MS/MS; metabolit sekunder
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 25 Jul 2026 03:12
Last Modified: 25 Jul 2026 03:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527023

Actions (login required)

View Item View Item