Analisis Obat Sisa di Nagari Koto VIII Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan

Candra, M. Farhan (2026) Analisis Obat Sisa di Nagari Koto VIII Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (696kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (Bab Penutup)
03. Bab Penutup (IV & V).pdf - Published Version

Download (641kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Skripsi Full-text)
05. Skripsi FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Obat sisa adalah obat yang tidak habis digunakan setelah suatu periode pengobatan selesai dan berpotensi menimbulkan penggunaan obat yang tidak rasional serta pencemaran lingkungan akibat pembuangan yang tidak tepat. Keberadaan obat sisa di rumah tangga masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi, karakteristik obat sisa, gambaran perlakuan terhadap obat sisa, serta faktor penyebab terjadinya obat sisa di Nagari Koto VIII Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 289 responden ibu rumah tangga menggunakan teknik stratified random sampling dengan pendekatan multi-stage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sosiodemografi didominasi usia dewasa (18–65 tahun) 241 responden (83,4%), ibu rumah tangga 186 (64,4%), pendidikan SMA/MA 87 (30,1%), penghasilan <2.500.000 sebanyak 198 (72,7%), dan kepemilikan BPJS 221 (76,5%). Obat sisa didominasi Paracetamol 252 item (31,15%), golongan kombinasi bebas/bebas terbatas dan obat keras 189 responden (65,4%), bentuk padat 288 (99,7%), dan jumlah ≤2 item 135 (46,7%). Perlakuan meliputi penyimpanan dalam kantong plastik 158 (54,7%), lama 3 bulan 148 (51,2%), kepemilikan bersama 144 (49,8%), sumber dari puskesmas 189 (65,4%), pemeriksaan kedaluwarsa 231 (79,9%), penyimpanan hingga kedaluwarsa 289 (100%), dan pembuangan ke tempat sampah 242 (83,7%). Sebanyak 172 (59,5%) tidak mengetahui dampak dan 213 (73,7%) tidak mendapat informasi. Faktor penyebab didominasi kondisi membaik 229 (79,24%) dan rasa/bau tidak enak 151 (52,25%).Kesimpulan menunjukkan kejadian obat sisa masih tinggi dengan pengelolaan belum tepat sehingga diperlukan peningkatan edukasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: apt. Dedy Almasdy, M.Si., PhD (Clin Pharm) ; Dr. apt. Hansen Nasif, Sp. FR
Uncontrolled Keywords: obat sisa; sosiodemografi; karakteristik obat; pengelolaan obat; rumah tangga.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:10
Last Modified: 29 Jul 2026 03:10
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526729

Actions (login required)

View Item View Item