Syofian, Resti (2026) Asuhan Keperawatan pada Ny. N dengan Halusinasi Pendengaran dan Penerapan Kombinasi Terapi Psikoreligius : Membaca dan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Kota Padang. Profesi thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (341kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (340kB) |
|
|
Text (05. Tugas Akhir Full Text)
05. Tugas Akhir Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang paling sering dialami oleh pasien skizofrenia dan dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, perilaku, serta interaksi sosial. Ketidakmampuan mengontrol halusinasi dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemberian intervensi keperawatan yang tepat untuk membantu pasien mengontrol halusinasi dan meningkatkan kemampuan adaptif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengontrol halusinasi adalah terapi psikoreligius berupa membaca dan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan hasil penerapan terapi SAK dan terapi psikoreligius membaca serta mendengarkan murottal Al-Qur’an pada Ny. N yang mengalami halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pengkajian status mental, studi dokumentasi, serta pengukuran tingkat halusinasi menggunakan AHRS. Implementasi dilakukan dengan pemberian SAK halusinasi pendengaran dan terapi psikoreligius membaca serta mendengarkan Al-Qur'an selama 10 hari, berupa membaca Surah Al-Fatihah ayat 1–7, Surah Al-Isra' ayat 82, Surah Yunus ayat 57, dan Surah Ar-Ra'd ayat 11, serta mendengarkan murottal Surah Ar-Rahman ayat 1–78. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan skor AHRS dari 21 sebelum intervensi menjadi 9 setelah pemberian terapi SAK dan terapi psikoreligius membaca serta mendengarkan murottal Al-Qur’an. Selain itu, klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi, peningkatan interaksi sosial, serta kemampuan mengendalikan respons emosional. Dengan demikian, kombinasi terapi SAK dan terapi psikoreligius berupa membaca serta mendengarkan murottal Al-Qur'an menjadi salah satu intervensi komplementer yang dapat membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien dalam praktik keperawatan jiwa.
| Item Type: | Thesis (Profesi) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ns. Dewi Eka Putri, M.Kep., Sp.Kep.J; Ns. Windy Freska, M.Kep |
| Uncontrolled Keywords: | Halusinasi Pendengaran; Terapi Psikoreligius; Al-Qur’an |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Keperawatan > Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | S1 Keperawatan Keperawatan |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 09:11 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 09:11 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric