Mufri, Ghatis sururi (2026) PERBANDINGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATAL PADA NEONATUS YANG LAHIR DARI IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DAN IBU TANPA KETUBAN PECAH DINI DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG. S1 thesis, Universitas andalas.
|
Text (cover dan abstrak)
ABSTRAK_compressed.pdf - Published Version Download (286kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1_.pdf - Published Version Download (169kB) |
|
|
Text (BAB 7 Penutupan)
BAB 7 PENUTUP_.pdf - Published Version Download (156kB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (skripsi full text)
FULL TEXT_.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir di seluruh dunia maupun di Indonesia. Ketuban Pecah Dini (KPD) diduga menjadi faktor risiko maternal yang signifikan karena hilangnya barier alami terhadap infeksi asendens. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian sepsis neonatorum pada neonatus yang lahir dari ibu dengan KPD dan ibu tanpa KPD di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case-control. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Maret–April 2026. Total sampel berjumlah 80 subjek (40 kelompok KPD dan 40 kelompok tanpa KPD) yang dipilih secara total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi- Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Karakteristik bayi dari ibu KPD mayoritas memiliki skor APGAR menit pertama < 7 (62,5%) dan mengalami Berat Badan Lahir Rendah (52,5%). Kejadian sepsis neonatorum pada kelompok ibu KPD ditemukan sebesar 30%, sedangkan pada kelompok tanpa KPD sebesar 10%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kejadian sepsis pada kedua kelompok (p = 0,025). Analisis risiko menunjukkan bahwa ibu dengan KPD memiliki risiko 3,8 kali lebih besar untuk melahirkan bayi yang mengalami sepsis neonatorum dibandingkan ibu tanpa KPD (OR = 3,857; CI 95% = 1,122–13,258). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan peningkatan risiko kejadian sepsis neonatorum di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr.dr.Roza sriyanti, Sp.OG, subsp.K-Fm; dr.anggia Perdana harmen, Sp.A, Subps.Neo, M.Biomed |
| Uncontrolled Keywords: | Sepsis Neonatorum, Ketuban Pecah Dini, Neonatus. |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 07:25 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 07:25 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526451 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric