Pengaruh Pemberian Apigenin Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) terhadap Densitas Kolagen Kulit Mencit Putih Jantan (Mus musculus) yang Diinduksi D-Galaktosa

Salman, Poetti Raihan (2026) Pengaruh Pemberian Apigenin Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) terhadap Densitas Kolagen Kulit Mencit Putih Jantan (Mus musculus) yang Diinduksi D-Galaktosa. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (369kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (306kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (286kB)
[img] Text (05. Skripsi fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses degeneratif yang ditandai oleh penurunan fungsi fisiologis kulit, terutama berkurangnya sintesis dan meningkatnya degradasi kolagen pada lapisan dermis. Salah satu mekanisme utama yang berperan dalam penuaan kulit adalah stres oksidatif akibat peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS). Daun sungkai (Peronema canescens Jack.) diketahui mengandung apigenin dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi menghambat proses penuaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian apigenin daun sungkai terhadap kadar malondialdehida (MDA) serum dan densitas kolagen kulit mencit putih jantan yang diinduksi D-galaktosa sebagai model penuaan. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu kontrol normal (Na-CMC 0,5%), kontrol negatif (D-galaktosa 500mg/kgbb), dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan apigenin daun sungkai dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/kgbb disertai induksi D-galaktosa 500mg/kgbb selama enam minggu. Kadar MDA serum diukur menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS), sedangkan densitas kolagen kulit dianalisis secara histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin menggunakan metode skoring. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi D-galaktosa secara signifikan meningkatkan kadar MDA serum dan menurunkan densitas kolagen kulit dibandingkan kelompok kontrol normal. Sebaliknya, pemberian apigenin daun sungkai secara signifikan menurunkan kadar MDA serum dan meningkatkan densitas kolagen kulit dibandingkan kelompok kontrol negatif, dengan efek paling optimal diperoleh pada dosis 100mg/kgbb. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa apigenin daun sungkai berpotensi sebagai agen antipenuaan melalui mekanisme penekanan stres oksidatif.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm ; Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M.Si
Uncontrolled Keywords: apigenin; daun sungkai; densitas kolagen; D-galaktosa; penuaan kulit; malondialdehida
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 19 May 2026 04:45
Last Modified: 19 May 2026 04:45
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526244

Actions (login required)

View Item View Item