Suhardiman, Didi (2012) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA (TAWURAN) ANTAR PELAJAR DAN UPAYA PENANGGULANGANNVA (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM POLRESTA PADANG). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Ful Teks)
OK S1 Hukum 2012 Didi Suhardiman 07940025.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Tawuran merupakan perkelahian massal yang dilakukan oleh pelajar sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar. Fenomena ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan sekitar dan pengaruh luar. Tingkah laku tersebut merupakan reaksi irasional dari proses belajar yang salah, yang bermanifestasi dalam ketidakmampuan remaja melakukan adaptasi terhadap lingkungan. Akibatnya, remaja melakukan mekanisme pelarian dan pembelaan diri yang menyimpang dalam wujud kebiasaan maladaptive, agresi, serta pelanggaran terhadap norma sosial dan hukum formal yang diwujudkan dalam bentuk kekerasan dan perkelahian massal. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: a) Apakah faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja berupa tawuran antar pelajar di Kota Padang; b) Bagaimanakah upaya penanggulangan tawuran antar pelajar oleh Polresta Padang; dan c) Apakah kendala yang dihadapi Polresta Padang dalam menanggulangi fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis, yaitu pendekatan masalah dengan melihat norma hukum yang berlaku dikaitkan dengan fakta-fakta di lapangan. Penelitian bersifat deskriptif untuk menggambarkan permasalahan tawuran dengan praktik hukum yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara dengan pihak Kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas tawuran antar pelajar di wilayah hukum Polresta Padang dipengaruhi oleh faktor internal (psikologis dan kontrol diri) dan faktor eksternal (lingkungan dan pergaulan). Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polresta Padang meliputi tindakan preventif-edukatif, pre-emtif, dan represif. Adapun kendala yang dihadapi Polresta Padang antara lain: pertama, keterbatasan alokasi dana untuk operasi preventif dan represif; kedua, kapasitas lokasi penampungan/pembinaan yang tidak mencukupi; serta ketiga, belum adanya regulasi spesifik yang mengatur secara komprehensif mengenai penanganan kenakalan remaja khususnya tawuran pelajar.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Apriwal Gusti, SH, Efren Nova, SH, MH |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:59 |
| Last Modified: | 11 May 2026 01:59 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526155 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]