Sari, Shinta Maya (2026) PENGARUH PEER EDUCATOR BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP PERSEPSI REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI SMAN 5 PADANG. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (681kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (736kB) |
|
|
Text (BAB VII Penutup)
03. BAB VII.pdf - Published Version Download (681kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (612kB) |
|
|
Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Pendewasaan usia perkawinan (PUP) merupakan strategi penting mencegah perkawinan anak dan kehamilan remaja yang berdampak pada kesehatan, sosial, dan ekonomi di Indonesia. Persepsi remaja berperan dalam pengambilan keputusan terkait perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer educator berbasis Health Belief Model (HBM) terhadap persepsi remaja tentang PUP serta mengeksplorasi makna perubahan persepsi secara kualitatif. Penelitian menggunakan desain mixed method, dengan kuantitatif quasi experiment one group pretest–posttest dan kualitatif melalui wawancara mendalam serta triangulasi pakar dari Medical Education Unit (MEU). Responden berjumlah 58 remaja putri kelas XI yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis enam konstruk HBM dan dianalisis dengan uji dependent t-test. Data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil univariat menunjukkan peningkatan rerata skor persepsi pada seluruh konstruk HBM setelah intervensi. Rerata skor total meningkat dari 87,38 menjadi 113,66 dengan penurunan standar deviasi yang menunjukkan persepsi lebih homogen. Hasil bivariat menunjukkan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, dan self-efficacy (p<0,000). Analisis tematik kualitatif menunjukkan bahwa edukasi teman sebaya dirasakan lebih nyaman, relevan, dan tidak menghakimi. Diskusi kelompok dan role play membantu pemahaman risiko perkawinan dini, memperkuat orientasi pendidikan, dan meningkatkan efikasi diri. Pakar MEU memvalidasi efektivitas pendekatan sebaya dalam meningkatkan penerimaan pesan melalui komunikasi setara, namun hasil dinilai merefleksikan pengaruh jangka pendek karena posttest 1 minggu setelah intervensi. Pemantauan 1–3 bulan disarankan untuk menilai retensi persepsi dan perubahan perilaku. Disimpulkan bahwa peer educator berbasis HBM efektif membentuk persepsi protektif terhadap PUP sebagai tahap awal perubahan perilaku.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Aladin, Sp.OG.SubSp.Obginsos,MPH; Prof. Dr. Arni Amir, MS |
| Uncontrolled Keywords: | pendewasaan usia perkawinan, peer educator, Health Belief Model, persepsi remaja, pendidikan sebaya |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education L Education > LC Special aspects of education > LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan |
| Depositing User: | S2 Kebidanan kebidanan |
| Date Deposited: | 05 May 2026 10:11 |
| Last Modified: | 05 May 2026 10:11 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526090 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric