Lonialdi, Andika (2026) PENJATUHAN SANKSI PIDANA ADAT TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DI NAGARI SUNGAI DAREH DHARMASRAYA. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
cover dan abstrak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
bab 1.pdf Download (685kB) |
|
|
Text (BAB 4)
Bab IV.pdf Download (569kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf Download (599kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Skripsi Full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pemerintah dalam upaya pembaharuan sumber hukum pidana memasukkan hukum adat sebagai salah-satu sumber hukum alternatif dalam penyelesaian tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP, seperti contoh dalam penjatuhan hukuman pidana adat Minangkabau terhadap tindak pidana pencurian berdasarkan delik Maling-Curi yang dijatuhkan oleh Niniak Mamak suku Patopang di Sungai Dareh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta pertimbangan yang diambil oleh Niniak Mamak suku Patopang dalam penjatuhan tindak pidana pencurian berdasarkan delik Maling-curi yang berada di Nagari Sungai Dareh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris, dimana akan dilakukan wawancara secara langsung kepada Niniak Mamak suku Patopang, serta korban dari pencurian seekor sapi mengenai penerapan hukum pidana adat yang berada di Nagari Sungai Dareh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penjatuhan hukum pidana adat yang dijatuhkan oleh Niniak Mamak Suku Patopang terhadap warga masyarakat yang berasal dari masyarakat trasmigrasi dalam proses penjatuhannya telah sesuai dengan asas bajanjang naiak batanggo turun yang diatur dalam Perda No 7 Tahun 2018 dimana dalam proses penjatuhannya dilakukan secara bertingkat yaitu mulai dari keluarga, kaum/suku, namun dalam pertimbangannya masih ditemukannya faktor kedekatan antara Niniak Mamak dengan korban serta kedekatan Niniak Mamak dengan pelaku pada kasus pencurian seekor sapi yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi berat ringannya sanksi pidana adat yang diberikan, yang berakibat kepada perbedaan sanksi adat yang dijatuhkan, yang mana dalam kasus pencurian kambing kedua (2) warga masyarakat trasmigrasi tersebut dijatuhi hukuman pidana adat berupa diusir sapanjang nagari sedangkan dalam kasus pencurian seekor sapi warga masyarakat trasmigrasi tersebut hanya dijatuhi hukuman pidana adat berupa permintaan maaf.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Aria Zurnetti, SH., M.Hum. dan Dr. Nilma Suryani, SH., MH. |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Pidana Adat; Minangkabau; Niniak Mamak; Maling-Curi; Nagari Sungai Dareh |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 08:22 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 08:22 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525896 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]