Wardhana, Hasbi (2026) Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Particulate Matter 2,5 (PM 2,5) Terhadap Pekerja Produksi Pabrik Indarung V PT. Semen Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text
01. Cover & Abstrak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
02. BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
03. BAB V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
04. Daftar Pustaka.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Skripsi Ful Teks)
05. Skripsi Fulltext.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Semen yang di produksi di PT Semen Padang, harus melalui serangkaian proses produksi yang meliputi proses penghancuran, penggilingan, dan pembakaran berpotensi menghasilkan polutan berupa debu Particulate Matter yang memiliki ukuran kurang dari 2,5 mikron (PM 2,5). Paparan debu PM 2,5 yang bersifat sebagai emisi fugitive berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan lingkungan para pekerja, terutama pada area raw mill, cement mill, dan kiln mill di Pabrik Indarung V, khususnya jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Pada penelitian kali ini, dilakukan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) sehingga dapat diketahui tingkat risiko akibat paparan PM 2,5 pada pekerja di area Pabrik Indarung V PT Semen Padang. Pengambilan sampel debu PM 2,5 dilaksanakan pada tiga titik pengukuran sebanyak tiga kali pengukuran, dengan durasi delapan jam dalam satu kali prngukuran, menggunakan alat Low Volume Air Sampler (LVAS) dengan metode gravimetri. Analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) yang dilakukan, berpedoman pada peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan Tahun 2012, sehingga memerlukan pengumpulan data karakteristik setiap pekerja melalui pengisian kuesioner oleh 42 orang pekerja, sebagai responden di area Pabrik Indarung V PT Semen Padang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM 2,5 di area raw mill, cement mill, dan kiln mill masing-masing sebesar 0,63 mg/m³, 0,234 mg/m³, dan 0,362 mg/m³, yang masih berada di bawah nilai ambang batas Permenkes Nomor 70 Tahun 2016 sebesar 3 mg/m³. Analisis risiko menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) realtime memiliki nilai minimum 0,320, dan nilai maksimum 1,008, sedangkan nilai RQ lifetime memiliki nilai minimum 2,513 dan nilai maksimum 12,215. Seluruh nilai RQ lifetime melebihi ambang batas (RQ>1), sehingga diperlukan bentuk manajemen risiko untuk melindungi kesehatan pekerja dari risiko pajanan jangka panjang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Tivany Edwin ;Isra’ Suryati, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL); PM 2,5; Raw Mill; Cement Mill; Kiln Miil; Pabrik Indarung V; PT.Semen Padang |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 06:38 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 06:38 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525872 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric