Pengaruh Krim Campuran Minyak Atsiri Rimpang Temu Putih Dan Jahe Emprit Terhadap Histopatologi Kulit Mencit Dengan Luka Bakar Derajat II

Shinta, Shilviana (2026) Pengaruh Krim Campuran Minyak Atsiri Rimpang Temu Putih Dan Jahe Emprit Terhadap Histopatologi Kulit Mencit Dengan Luka Bakar Derajat II. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (354kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (356kB)
[img] Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (343kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (284kB)
[img] Text (05. Tugas Akhir full text)
05. Tugas Akhir full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Luka bakar derajat II merupakan kerusakan jaringan yang melibatkan epidermis dan sebagian dermis serta memerlukan terapi yang mampu mempercepat regenerasi jaringan secara optimal. Minyak atsiri rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) dan jahe emprit (Zingiber officinale) diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas krim kombinasi minyak atsiri temu putih dan jahe emprit terhadap gambaran histopatologi kulit mencit dengan luka bakar derajat II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 30 ekor mencit Jantan strain BALB/c yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (basis krim), krim tunggal temu putih, krim tunggal jahe emprit, serta tiga kelompok kombinasi dengan perbandingan 9,9:0,1; 9,5:0,5; dan 8,5:1,5. Luka bakar derajat II diinduksi menggunakan plat besi panas (99 ± 2°C) selama 15 detik. Sediaan krim diberikan dua kali sehari selama 21 hari. Evaluasi dilakukan secara makroskopis melalui persentase penyembuhan luka dan secara histopatologi melalui parameter epitelisasi, infiltrasi sel radang, angiogenesis, fibroblas, dan deposisi kolagen. Data persen penyembuhan luka dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD (α = 0,05). Sedangkan data histopatologi dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok mulai hari ke-5 hingga hari ke-20 (p < 0,05). Kelompok kombinasi 9,5:0,5 menunjukkan persentase penyembuhan luka tertinggi dan gambaran histopatologi terbaik dibandingkan kelompok lain. Dapat disimpulkan bahwa krim kombinasi minyak atsiri temu putih dan jahe emprit efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II pada mencit, dengan perbandingan 9,5:0,5 sebagai perbandingan yang paling optimal.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: apt. Suryati, M.Si, PhD; Prof. apt. Dachriyanus, Ph.D
Uncontrolled Keywords: luka bakar derajat II; minyak atsiri; Curcuma zedoaria; Zingiber officinale; histopatologi.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 24 Apr 2026 00:18
Last Modified: 24 Apr 2026 00:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525209

Actions (login required)

View Item View Item