Prasetyo, Lingga (2026) Strategi Geoekonomi Tiongkok dalam Menghadapi Dominasi Hi-Tech Amerika Serikat. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (151kB) |
|
|
Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (519kB) |
|
|
Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (139kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (405kB) |
|
|
Text (05. FullText Skripsi)
5. FullText Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari permasalahan dominasi Amerika Serikat di sektor hi-tech yang menciptakan interdependensi asimetris. Hal ini menyebabkan Tiongkok mengalami kerentanan akibat ketergantungan teknologi yang dapat sewaktu-waktu digunakan sebagai instrumen koersif. Kondisi ini mendorong Tiongkok merumuskan strategi balasan yang komprehensif untuk mengurangi ketergantungan dan membangun kemandirian teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi geoekonomi Tiongkok dalam menghadapi dominasi hi-tech Amerika Serikat pada periode 2020-2025, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan kerangka konsep geoekonomi oleh Blackwill dan Harris yang mengidentifikasi tujuh instrumen geoekonomi sebagai alat proyeksi kekuasaan negara. Instrumen Geoekonomi meliputi kebijakan perdagangan, investasi, sanksi ekonomi, operasi siber, bantuan ekonomi, kebijakan keuangan-moneter, serta kebijakan energi dan komoditas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tiongkok mengoperasionalisasikan enam dari tujuh instrumen geoekonomi secara terintegrasi. Instrumen paling menonjol adalah kebijakan perdagangan, investasi, bantuan ekonomi, kebijakan keuangan-moneter, dan dominasi komoditas. Kebijakan perdagangan dijalankan melalui proteksi pasar domestik, hambatan non-tarif, dan penggunaan akses pasar 1,4 miliar konsumen sebagai leverage transfer teknologi. Kebijakan investasi diwujudkan melalui kebijakan pendanaan Big Fund serta perluasan eksternal melalui kebijakan Digital Silk Road. Bantuan ekonomi dijalankan melalui pinjaman konsesi dan hibah infrastruktur digital yang menciptakan ketergantungan teknologi jangka panjang di negara berkembang. Kebijakan keuangan-moneter dioperasionalisasikan melalui kredit bersubsidi bank negara dan pengembangan yuan digital untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan berbasis dolar. Sementara dominasi komoditas dimanfaatkan melalui penguasaan rantai pasok mineral kritis yang dikombinasikan dengan pembatasan ekspor selektif.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Silvi Cory, S.Pd, M.Si; Anita Afriani Sinulingga, S.IP, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Geoekonomi; Tiongkok; Amerika Serikat; Hi-tech; Rivalitas Teknologi |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:31 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:31 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525155 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]