Putri, Anestasya Eka (2025) Wabah Cacar di Sumatra Barat pada Masa Kolonial Belanda pada Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20 (1864-1940). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (221kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (199kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Wabah Cacar di Sumatra Barat pada Masa Kolonial Belanda pada Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20 (1864-1940)”. Skripsi ini termasuk ke dalam sejarah kebencanaan dan sejarah kesehatan. Dari sisi sejarah kebencanaan skripsi ini menelusuri bagaimana terjadinya wabah cacar pada masa kolonial, bagaimana penyebarannya di Sumatra Barat, serta respon masyarakat juga pemerintah kolonial Belanda pada masa itu. Sedangkan dari sisi sejarah kesehatan, skripsi ini menekankan bagaimana dampak wabah cacar terhadap masyarakat serta pananganan dan pengobatan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang dimanfaatkan meliputi arsip kolonial, laporan administratif resmi, catatan pers kolonial, serta dokumen ilmiah dan jurnal yang memuat data wabah cacar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah cacar yang terjadi di Sumatra Barat pada abad ke-19 hingga abad ke-20 menyebabkan banyak korban jiwa, munculnya vaksinasi, munculnya pengobatan tradisional yang dilakukan masyarakat dan berkembangnya berbagai kepercayaan di kalangan masyarakat pada masa itu. Pemerintah kolonial merespons dengan langkah-langkah yang tanggap, berbagai kebijakan dilaksanakan dalam menangani dan memberantas wabah ini. Diantaranya melalui upaya preventif (pencegahan), pemberantasan, dan pengobatan wabah. Namun, terdapat kelemahan dari beberapa kebijakan yang dilakukan. Masih ada beberapa ketimpangan dalam kebijakan yang diambil oleh pemerintah kolonial Belanda masa itu. Meskipun demikian, kebijakan tersebut belum sepenuhnya efektif karena adanya ketimpangan, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pemerataan layanan kesehatan. Wabah cacar di Sumatra Barat pada masa kolonial Belanda (1864–1940) merupakan bencana non-alam yang penyebarannya terjadi secara berulang di berbagai wilayah seperti Padang, Pariaman, Bukittinggi, Solok, Bukittinggi, dan beberapa daerah lainnya. Wabah cacar dipengaruhi oleh kondisi geografis, kepadatan penduduk, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Wabah cacar menimbulkan tingginya angka kematian, juga berdampak pada aspek sosial, seperti munculnya ketakutan, berkembangnya kepercayaan tradisional, serta perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi penyakit. Dari sisi kesehatan, keterbatasan fasilitas medis dan buruknya kualitas pelayanan, terutama dibandingkan dengan wilayah Jawa, memperparah kondisi penanganan wabah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Yenny Narny, S.S., M.A., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Sumatra Barat; Wabah Cacar; Vaksinasi; Sejarah Kebencanaan; Kesehatan; Masa Kolonial |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah |
| Depositing User: | S1 Sejarah Sejarah |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:26 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:26 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525153 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]