Pengaruh Penambahan Natrium Sulfida Pada Proses Delignifikasi Serat Tkks Terhadap Sifat Mekanik Komposit Matriks Polyester-MMA

Kurniawan, Faisal (2026) Pengaruh Penambahan Natrium Sulfida Pada Proses Delignifikasi Serat Tkks Terhadap Sifat Mekanik Komposit Matriks Polyester-MMA. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (6MB)
[img] Text
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (431kB)
[img] Text
Bab V Penutup.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (303kB)
[img] Text
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Industri kelapa sawit di Indonesia menghasilkan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dalam jumlah besar yang berpotensi dimanfaatkan sebagai penguat komposit serat alam. Namun, pemanfaatannya masih terbatas akibat lemahnya ikatan antarmuka antara serat yang bersifat hidrofilik dan matriks polimer yang bersifat hidrofobik. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perlakuan permukaan serat menggunakan metode kraft (NaOH dan Na₂S) untuk menurunkan kandungan lignin, serta penambahan methyl methacrylate (MMA) pada matriks polyester untuk meningkatkan ketangguhan dan adhesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan natrium sulfida (Na₂S) pada proses delignifikasi serat TKKS terhadap sifat mekanik komposit polyester-MMA serta menentukan kondisi perlakuan yang optimum. Proses delignifikasi dilakukan menggunakan variasi konsentrasi NaOH 1%, 3%, dan 5% yang dikombinasikan dengan Na₂S 4% pada suhu 80 °C selama 2 jam. Serat hasil perlakuan kemudian digunakan sebagai penguat dalam matriks polyester yang dicampur 10% MMA. Spesimen komposit dibuat dengan metode cetak terbuka dan diuji tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil FTIR menunjukkan bahwa perlakuan 5% NaOH + 4% Na₂S menghasilkan penghilangan lignin paling signifikan dan dominasi selulosa tertinggi. Namun, hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi sebesar 19,23 MPa diperoleh pada perlakuan 5% NaOH tanpa Na₂S, sedangkan penambahan Na₂S menghasilkan nilai kekuatan tarik yang lebih rendah. Sebaliknya, modulus elastisitas meningkat signifikan hingga 602,67 MPa pada perlakuan 5% NaOH + 4% Na₂S, yang menunjukkan peningkatan kekakuan komposit, disertai penurunan nilai elongation at break. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan Na₂S memiliki efek ganda, yaitu meningkatkan efektivitas delignifikasi sekaligus berpotensi menyebabkan degradasi struktur selulosa pada kondisi perlakuan yang kuat, sehingga menurunkan kekuatan tarik. Dengan demikian, hubungan antara delignifikasi dan sifat mekanik tidak bersifat linear, dan kondisi optimum dicapai melalui keseimbangan antara penghilangan lignin dan integritas selulosa.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Nusyirwan, M.T
Uncontrolled Keywords: Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS); proses kraft; delignifikasi; komposit serat alam; Polyester-MMA; sifat mekanik
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 23 Apr 2026 10:33
Last Modified: 23 Apr 2026 10:33
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525145

Actions (login required)

View Item View Item