Jaya, Donna Azka Alviora (2026) Strategi Jepang dalam Merespon Ancaman Militer Korea Utara. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (319kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (211kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan program nuklir dan rudal balistik Korea Utara yang semakin pesat sejak pengesahan Japan's New Security Bills pada tahun 2015 telah meningkatkan ancaman terhadap keamanan Jepang. Namun demikian, adanya keterbatasan yang bersumber dari Pasal 9 Konstitusi Jepang membatasi penggunaan kekuatan militer, sehingga Jepang membutuhkan strategi yang lebih efektif dalam merespon ancaman Korea Utara tanpa melanggar prinsip-prinsip dasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keamanan Jepang dalam merespons ancaman Korea Utara pada periode 2015–2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder. Penelitian ini menggunakan kerangka teori limited hard balancing yang dikembangkan oleh T.V. Paul yang membagi strategi ini menjadi dua mekanisme utama: limited arms buildup dan semi-formal alliances. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Korea Utara tidak dipandang sebagai aktor great power, tetapi ancamannya berhasil mendorong Jepang melakukan pergeseran kebijakan pertahanan paling signifikan sejak Perang Dunia II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang secara konsisten menerapkan kedua mekanisme tersebut sebagai respon terhadap ancaman Korea Utara. Melalui limited arms buildup, Jepang meningkatkan anggaran pertahanan dari batas historis satu persen menuju target dua persen PDB pada 2027. Jepang juga menginvestasikan sumber daya secara selektif pada kapabilitas defensif dan asimetris seperti sistem pertahanan rudal terintegrasi, stand-off defense, dan aset nirawak. Selain itu, Jepang juga memodernisasi sistem komando-kendali dan intelijen melalui pembentukan JSDF Joint Operations Command. Melalui semi-formal alliances, Jepang memperkuat kerja sama keamanan melalui pemberian akses pangkalan militer kepada Amerika Serikat, pertukaran intelijen dengan Korea Selatan melalui GSOMIA, serta koordinasi keamanan trilateral yang diperdalam melalui KTT Camp David 2023.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Anita Afriani Sinulingga, S.IP, M.Si; Silvi Cory, S.Pd, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Ancaman Nuklir; Limited Hard Balancing; Jepang; Korea Utara; Keamanan Asia Timur |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:03 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:03 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525122 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]