Solidaritas Sosial Keluarga Saparuik Satu Rumah Gadang pada Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus: Pengelolaan Harta Pusaka dan Upacara Perkawinan di Kenegarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam)

Geni, Dewita Sari (2019) Solidaritas Sosial Keluarga Saparuik Satu Rumah Gadang pada Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus: Pengelolaan Harta Pusaka dan Upacara Perkawinan di Kenegarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (COVER DAN ABSTRAK)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (132kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (461kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (255kB) | Preview
[img] Text (SKRIPSI FULL TEKS)
cover-merged geni.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract

ABSTRAK Geni Dewita Sari. Bp 1510822044. Jurusan Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas 2019. Skripsi ini berjudul: Solidaritas Sosial Keluarga Saparuik Satu Rumah Gadang pada Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus: Pengelolaan Harta Pusaka dan Upacara Perkawinan di Kenagarian Tanjung Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam). Pembimbing I: Prof. Dr. Erwin, M.Si. dan Pembimbing II: Dra. Ermayanti M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat Minangkabau dalam tingkat keluarga saparuik sebagian besar tidak tinggal lagi dalam satu rumah gadang, termasuk di Kenagarian Tanjung Sani. Peran mamak tungganai dalam pengelolaan harta pusaka sebagai simpul solidaritas sosial dari keluarga saparuik, serta solidaritas dalam upacara perkawinan dalam keluarga saparuik yang tinggal dalam satu rumah gadang yang biasanya terjalin dengan erat, sementara masyarakat Kenagarian Tanjung Sani sebagian besar tidak lagi tinggal di rumah gadang. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran mamak tungganai dalam pengelolaan harta pusaka milik bersama keluarga saparuik. Serta mendiskripsikan solidaritas sosial keluarga saparuik pada tahapan upacara perkawinan yang terjadi sekarang ini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sementara itu dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penarikan informan dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial yang terjadi didalam keluarga saparuik terjalin dengan erat walaupun tidak tinggaal satu rumah gadang lagi, dimana mamak tungganai menjalankan perannya untuk menjaga harta pusaka, baik secara distribusi maupun redistribusi memberikan harta pusaka kepada yang pantas mendapatkannya, merawat dan menjaga harta pusaka jangan sampai terbengkalai apalagi sampai diperjualbelikan, adanya ikatan darah dan harta pusakalah pengikat terjadinya solidaritas sosial dalam anggota keluarga saparuik yang lainnya. Kemudian solidaritas sosial yang terjadi di dalam upacara perkawinan dimana anggota keluarga saparuik membantu setiap tahap-tahap dalam pelaksanaan upacara perkawinan, baik itu berupa tenaga, pikiran, maupun dalam biaya, karena bagi masyarakat Kenagarian Tanjung itu adalah tanggung jawab bersama. Kata Kunci: Solidaritas Sosial, Keluarga Sapruik, Harta Pusaka, Upacara Perkawinan

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Erwin, M.Si
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Depositing User: s1 antropologi sosial
Date Deposited: 25 Oct 2019 11:34
Last Modified: 25 Oct 2019 11:34
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/52508

Actions (login required)

View Item View Item