Tanggung Jawab PT Antar Lintas Sumatera (ALS) Sebagai Pengangkut Terhadap Kecelakaan Bus Penumpang di Kota Padang Panjang

Tengku Nazmil Abdullah, Harumy (2026) Tanggung Jawab PT Antar Lintas Sumatera (ALS) Sebagai Pengangkut Terhadap Kecelakaan Bus Penumpang di Kota Padang Panjang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
COVER DAN ABSTRAK_repaired.pdf

Download (800kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (294kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (168kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf - Published Version

Download (216kB)
[img] Text (Skripsi Full)
SKRIPSI TENGKU NAZMIL FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

PT Antar Lintas Sumatera (ALS) merupakan badan usaha angkutan jalan yang bergerak dalam penyediaan jasa transportasi penumpang antarprovinsi. Pengangkutan merupakan perjanjian timbal balik antara pengangkut dan penumpang, di mana pengangkut berkewajiban mengantarkan penumpang sampai ke tempat tujuan dengan selamat, sedangkan penumpang berkewajiban membayar biaya angkutan. Dalam praktiknya, penyelenggaraan angkutan jalan tidak terlepas dari berbagai permasalahan, salah satunya adalah kecelakaan armada bus PT ALS yang terjadi di Kota Padang Panjang yang menimbulkan kerugian bagi penumpang. Dalam pelaksanaan pemberian ganti rugi akibat kecelakaan tersebut, perusahaan memberikan ganti rugi yang tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban dan cenderung hanya mengandalkan santunan dari Jasa Raharja. Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 189 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perusahaan angkutan umum wajib mengasuransikan tanggung jawabnya di luar asuransi Jasa Raharja dengan premi yang dibayarkan oleh perusahaan. Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum atas pemenuhan hak ganti rugi penumpang akibat kecelakaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) faktor penyebab kecelakaan armada bus PT ALS yang terjadi di Kota Padang Panjang; dan (2) bentuk tanggung jawab PT ALS terhadap penumpang yang mengalami kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pihak PT ALS dan penumpang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) Kecelakaan terjadi akibat tidak berfungsinya sistem pengereman bus sehingga kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan, yang disebabkan oleh kelalaian perusahaan dalam memperbarui sertifikat uji kelayakan kendaraan (KIR). (2) PT ALS memberikan bantuan kepada korban berupa santunan sebesar Rp5.000.000 bagi korban meninggal dunia dan Rp2.000.000 bagi korban luka-luka. Dalam penetapan besarnya jumlah ganti rugi berlaku asas-asas sebagaimana tercantum dalam Pasal 1246 sampai dengan Pasal 1248 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang pada pokoknya meliputi penggantian atas kerugian yang nyata serta keuntungan yang seharusnya diperoleh namun tidak terwujud, dengan batasan bahwa kerugian tersebut layak untuk dapat diperkirakan pada saat perjanjian pengangkutan dibuat. Adapun terhadap kerugian immateriil, seperti cacat badan dan bentuk kerugian nonmateri lainnya, penumpang tetap berhak menuntut ganti rugi kepada perusahaan angkutan, sedangkan penetapan besarnya jumlah ganti rugi tersebut menjadi kewenangan hakim.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Zefrizal Nurdin, S.H., M.H ; Tasman, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Pengangkutan, Kecelakaan Lalu Lintas, Tanggung Jawab PT ALS.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 23 Apr 2026 07:20
Last Modified: 23 Apr 2026 07:20
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524830

Actions (login required)

View Item View Item