Pengaruh Penambahan Tepung Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap Karakteristik Nugget Puyuh (Coturnix coturnix Japonica) Afkir

Hasanah, Latifatul (2026) Pengaruh Penambahan Tepung Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap Karakteristik Nugget Puyuh (Coturnix coturnix Japonica) Afkir. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (227kB)
[img] Text (BAB AKHIR)
BAB AKHIR.pdf - Published Version

Download (120kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (145kB)
[img] Text (Tugas Akhir Fulltext)
Tugas Akhir fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap karakteristik nugget puyuh (Coturnix coturnix Japonica) afkir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu penambahan tepung bayam merah dengan konsentrasi A (0%), B (6%), C (7%), D (8%) dan E (9%). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan analisis Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam merah berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, daya serap minyak, nilai tekstur, organoleptik warna, rasa, aroma serta tekstur. Namun, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar abu, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah pada perlakuan B dengan penambahan 6% tepung bayam merah yang menghasilkan nilai rata–rata kadar air (50,93%), kadar abu (2,16%), kadar protein (7,90%), kadar lemak (0,81%), daya serap minyak (5,38%), kadar karbohidrat (38,21%), kadar serat kasar (0,35%), nilai tekstur (24,42 N/cm2), kadar betasianin sebelum digoreng (8,46 mg/100g), kadar betasianin setelah digoreng (6,91 mg/100g). Sedangkan berdasarkan penerimaan organoleptik dihasilkan nilai rata – rata kenampakan (3,96%), aroma (3,8%), rasa (4,2%) dan tekstur (4,04%).

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ismed, S.Pt, M.Sc
Uncontrolled Keywords: nugget; puyuh afkir; tepung bayam merah; karakteristik
Subjects: Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Depositing User: S1 Teknologi Hasil Pertanian
Date Deposited: 23 Apr 2026 01:23
Last Modified: 23 Apr 2026 01:23
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524822

Actions (login required)

View Item View Item